Visi & Misi

Membangun jemaat atau komunitas juga terjadi lewat kesaksian. Inilah yang disebut Martyria. Istilah martyria berasal dari bahasa Yunani "martyr", artinya saksi iman. Martir adalah orang yang rela menderita dan mati karena iman dan cintanya kepada Kristus. Yang dijadikan kesaksian adalah iman akan Yesus sebagai Tuhan dan Kristus (Mesias) dan Roh Kuduslah yang mendorong orang untuk memberikan kesaksian seperti itu. Sejak Pentakosta ketika Gereja dilahirkan, peranan Roh Kudus menjadi tidak terlepaskan hingga kini, termasuk melahirkan para saksi iman, sejak para rasul hingga para saksi iman di jaman modern ini. Anggota paroki ini dapat menjadi saksi iman melalui:

2.4.1 Konteks Kehidupan Masing-Masing
Sebagai suami/istri, ayah/ibu, anak-anak dan profesi masing-masing.

2.4.2. Komunitas-Komunitas Gerejawi
Legio Maria, Persekutuan Doa Karismatik, Komunitas Biara-Biara dan kelompok-kelompok kategorial lainnya yang erat menjalin hubungan dengan hirarki Gereja.

2.4.3. Komunitas-Komunitas Lainnya di dalam Masyarakat
Bertujuan membangun persaudaraan sejati, tanpa perlu eksplisit menyebut nama Yesus di situ, namun sangat kental dijiwai oleh semangat Yesus oleh anugerah Roh Kudus, yaitu semangat berkorban dan mau mencintai dengan tulus.