Visi & Misi

2.1.1. Sebagai Sumber dan Puncak
Liturgi adalah puncak yang dituju oleh Gereja dan serentak, sumber, asal semua kekuatannya. Karena usaha-usaha kerasulan diarahkan agar semua orang, lewat imam dan permandian, menjadi putera-puteri Allah, berhimpun menjadi satu, memuliakan Allah di dalam Gereja, berperan serta dalam Kurban dan menikmati santapan Tuhan (SC art. 10).

2.1.2. Sebagai Sarana Pembebasan
Doa dan ibadat bukan bertujuan untuk menempuh iman dan kesucian pribadi yang berorientasi vertikal melulu, tetapi harus mengandung unsur moral dan sosial yang berorientasi kepada penegakan keadilan di dalam masyarakat (bdk. Amos 5:21-24). Oleh karena itu doa, nyanyian, homili, renungan, devosi dan kegiatan-kegiatan sakramentalis lainnya agar dipersiapkan dengan baik dan untuk tidak mengabaikan aspek ini pula.

2.1.3. Doa dan Ibadat Bersama
Mengutamakan doa bersama di dalam keluarga dan lingkungan-lingkungan atau dalam kelompok-kelompok kecil yang para anggotanya saling mengenal dengan baik sehingga makna persaudaraan secara sosial dan psikologis dirasakan secara nyata di dalam kehidupan sehari-hari. Ibadat di paroki bersifat massal namun penting sebagai symbol persatuan umat di dalam Kristus dan pengudusan melalui peran Imam, sebagai puncak dari kegiatan doa bersama di dalam keluarga dan kelompok-kelompok kecil persaudaraan kristiani. Oleh karena itu ibadat di paroki perlu dipersiapkan dengan baik pula karena sifatnya yang massal dan meriah dan fungsi pemersatu dan pengudusan yang diembannya.