Visi & Misi

Bahwa dengan dibaptis setiap dan semua umat beriman disatukan dalam Gereja. Dan Gereja menjalankan tugas perutusannya di tengah masyarakat. Gereja ada bukan untuk dirinya sendiri. Gereja yang didirikan oleh Yesus dan dikepalai oleh Yesus sendiri bukanlah Gereja yang egois. Oleh karena itu sebagai persekutuan umat yang percaya kepada Kristus, Gereja harus terlibat dalam kehidupan masyarakat sekitarnya: Gereja harus berdialog kehidupan dengan masyarakat sekitarnya. Dengan demikian Gereja dituntut untuk terbuka terhadap segala kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan warga masyarakat, terutama mereka yang tidak berdaya: miskin dan menderita (bdk. Mat 25:31-46; GS art. 1; lih. BPPU hal. 2-3).

Dari PEDOMAN no. 134 (lih. VMKS hal. 34):
"Beriman di dalam masyarakat majemuk menuntut sikap-sikap yang memadai. Di satu pihak dituntut kesetiaan pada keyakinan sendiri, di lain pihak perlu kemampuan menemukan dengan tegas perbedaan pelbagai pendirian serta keberanian menghayati, mengamalkan, dan mengungkapkannya dengan wajar. Intisari ialah menjadikan 'persekutuan sebagai prinsip hidup umat katolik'. karena intinya persekutuan, dan persekutuan itu tanpa batas, maka kita harus dapat menghargai orang beragama lain, terbuka, mampu berdialog dengan saudara-saudara kepercayaan lain, bahkan juga bersedia saling belajar dan bekerja sama demi kesejahteraan bersama."