Visi & Misi

Unsur ini mencakup beberapa aspek penting, yaitu:

1.2.1. Aspek Tubuh Kristus
Dengan menerima sakramen baptis, setiap dan semua kaum beriman disatukan ke dalam Gereja sebagai Tubuh Kristus dengan Kristus sebagai kepalanya.
Oleh karena itu kehidupan kaum beriman tidak dapat dilepaskan dari Kristus. Kristus merupakan pusat hidup kaum beriman harus semakin kuat berelasi dan berinteraksi dengan Kristus sendiri. Segala macam aktivitas merupakan perwujudan relasi dan interaksi dengan Yesus (bdk. Yoh. 15:1-8; Gal. 2:30; lih. BPPU hal. 2).

1.2.2. Aspek Tri Tugas Kristus
Kebersatuan dengan Tubuh Kristus oleh sakramen baptis, membawa konsekuensi dikenakan pula Tri Tugas Kristus kepada semua kaum beriman yaitu: menjadi nabi, imam dan raja.

1.2.2.1. Tugas Kenabian = Pewartaan
"Kristus Nabi Agung telah memaklumkan Kerajaan Bapa dengan kesaksian hidup maupun kekuatan sabda-Nya. Ia menunaikan tugas kenabian-Nya hingga menampakkan kemulian sepenuhnya bukan saja melalui hirarki yang mengajar atas nama dan dengan kewibawaan-Nya, melainkan juga melalui para awam. Karena itulah awam diangkat-Nya menjadi saksi dan "para awam memperoleh tugas dan hak atas kerasulan dari persatuannya dengan Kristus, kepala. Karena sesudah dicangkokkan ke dalam Tubuh Mistik Kristus, melalui permandian dan dikukuhkan oleh tenaga Roh Kudus dalam penguatan, mereka diutus Tuhan sendiri untuk merasul. Mereka ditahbiskan menjadi imamat rajawi dan umat kudus (bdk. 1 Ptr 2:4-10), supaya lewat semua kegiatan, mereka mempersembahkan kurban rohani dan di manapun di dunia mereka memberikan kesaksian tentang Kristus..." (AA art. 3).

1.2.2.2. Tugas Imam = Menguduskan
Kristus Tuhan Imam Agung yang diambil dari manusia (bdk. Ibr 5:1-5) telah menjadikan umat baru 'kerajaan dan imam-imam bagi Allah dan Bapa-Nya' (Why 1:6; bdk. 5:9-10).
Oleh kelahiran kembali dan urapan Roh Kudus, kita yang telah dipermandikan ikut serta dalam tugas panggilan keimaman Kristus yaitu menguduskan diri sendiri dengan menerima sakramen-sakramen, dan pula menguduskan orang lain. Sebagai murid-murid Kristus, kita dipanggil pula untuk tekun di dalam doa dan memuji Allah (bdk. Kis 2:42-47), mempersembahkan dirinya sebagai korban hidup kudus dan berkenan kepada Allah, dan di mana saja di dunia memberi kesaksian tentang Kristus.

1.2.2.3. Tugas Raja = Memimpin
Kan 204 psl. 1 menyatakan: "Kaum beriman kristiani ialah mereka yang dengan baptisan menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus, dijadikan umat Allah dan dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam tugas Kristus sebagai imam, nabi, dan raja, dan oleh karena itu sesuai dengan kedudukan mereka masing-masing dipanggil untuk menjalankan pengutusan yang dipercayakan Allah kepada Gereja untuk dilaksanakan di dunia." Maka tugas ini di dalam Gereja dipahami sebagai usaha untuk menggembalakan dan melayani Umat Allah di dunia, dan bersifat religius pastoral semata.

1.2.3. Aspek Pastor Bonus / Gembala yang Baik
Secara khusus aspek ini perlu dihayati oleh seluruh umat beriman di dalam Keuskupan Surabaya, sebab telah dicanangkan sebagai motto Bapa Uskup Surabaya. Saripati semangat Pastor Bonus yang perlu dihayati:
Gembala yang baik mengenal domba-dombanya, mencintai mereka, rela berkorban, bahkan bila perlu menyerahkan nyawanya bagi domba-domba-Nya (bdk. Yoh 10:11-15).
Semangat Yesus Sang Pastor Bonus hendaknya pula menjadi semangat para romo, suster, para pemuka umat, entah anggota Dewan Paroki, Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, Guru Agama, dll. (lih. VMKS hal. 26).