Visi & Misi

Di dalam konsep Gereja Umat Allah terkandung beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu:

1.1.1. Aspek Persekutuan atau Communio
Gereja adalah persekutuan orang beriman yang percaya kepada Yesus Kristus dan dipersatukan oleh Roh Kudus... (lih. VMKS, hal. 14).
Gereja dengan demikian bukanlah sekelompok orang yang berorganisasi, tetapi umat yang menjadi milik Allah, karena Sakramen Baptis, dan berasal dari segala macam suku dan bangsa, yaitu berdasarkan iman, pengharapan dan cinta kasih kepada Yesus Kristus.

1.1.2. Aspek Sosial
Gagasan umat Allah sebagai salah satu gambaran Gereja muncul untuk menekankan bahwa Allah menyelamatkan manusia bukan secara individual tetapi secara sosial, bahwa keselamatan itu hakekatnya bersifat sosial, bukan egoistik 
(lih. VMKS hal. 15).

1.1.3. Aspek Kesetaraan
Semua kaum beriman atas dasar baptisan mempunyai kesamaan martabat (bdk. Ef. 4:5-6; LG art. 32; lih. BPPU hal. 2).
Perbedaan fungsional antara awam dan hirarki sama sekali tidak menghilangkan aspek kesetaraan oleh baptisan yang lebih prinsipiil. Dengan demikian pengembangan Gereja menjadi tanggung jawab bersama baik oleh awam maupun oleh hirarki.

1.1.4. Aspek Organisme
Gereja sebagai suatu organisme ilahi-insani.
Wawasan ini penting untuk melepaskan diri dari pemahaman mengenai Gereja yang terlalu bersifat struktural-organisatoris, suatu kerangka mati yang gaya hidupnya bersifat mekanis dan birokratis. Hal ini penting untuk memahami pengertian Gereja sebagai Tubuh Kristus (1 Kor 12) dan realisasi dari kesatuan antara Kristus sebagai pokok anggur dengan sesama anggota Umat Allah sebagai ranting-rantingnya (Yoh 15:1-11).

1.1.5. Aspek Misteri
Sifat-sifat dan keutamaan Allah adalah sebuah misteri yang kudus.
Maka sebagai umat Allah kita senantiasa harus bermetanoia, bertobat, berziarah dalam dunia nyata ini menuju kekudusan tersebut. Gereja menjadi sakramen bagi dunia yang oleh karenanya kita dapat menemui Allah dalam kehidupan sehari-hari, di dalam diri sesama, di dalam suka dan duka.

1.1.6. Aspek Misioner
Kesinambungan perutusan Allah Bapa dalam Putera-Nya Yesus Kristus diteruskan oleh Gereja
Tugas utama setiap anggota Gereja adalah meneruskan tugas perutusan Kristus yang diberikan kepada setiap orang ketika dibaptis dan menerima sakramen krisma. Bukan terutama mencari dan mengejar keselamatan pribadi. Keselamatan pribadi adalah akibat keterlibatan dalam seluruh kegiatan misioner Gereja tersebut. Menjadi rasul dan misionaris tidak diukur hanya dengan ketekunan pribadi dalam doa dan perayaan-perayaan liturgis sakramental, dalam devosi-devosi yang saleh, melainkan terutama dalam kegiatan nyata sehari-hari, lewat tugas, pekerjaan, profesi masing-masing yang dipuncaki dan dimahkotai dalam doa-doa liturgi dan hidup sakramental sebagai satu kesatuan. Pewartaan kabar baik mencakup pula usaha menjadikan keadilan dan perdamaian serta kemajuan sejati umat manusia sebagai kenyataan (VMKS hal. 17).