Wilayah VI - St. Yohanes Pemandi

Awal terbentuknya Wilayah VI St. Yohanes Pemandi bermula dari kring D Wilayah V Paroki Hati Kudus Yesus, seiring berjalannya waktu, jumlah umat semakin banyak dan kebijakan Bapa Uskup mengenai pendirian Paroki baru di daerah Surabaya Barat. Setelah mendapat ijin dan sebagainya, Wilayah V Paroki Hati Kudus Yesus masuk menjadi salah satu wilayah di Paroki Redemptor Mundi, sedangkan kring D menjadi bagian dalam Paroki St. Aloysius Gonzaga yang kemudian menjadi wilayah VI St. Yohanes Pemandi – Paroki St. Aloysius Gonzaga.

Teritorial wilayah VI terletak di Perumnas Simomulyo Baru dengan batas wilayah sebagai berikut:

  • Barat: Jln. Sukomanunggal Jaya I (nomor genap), Jl. Donowati ke arah utara – Raya Banyu Urip
  • Utara: Raya Banyu Urip (mulai jembatan tol ke arah barat sampai gang masuk Jl. Donowati)
  • Selatan: Raya Kupang Jaya (mulai dari pertigaan Raya Kupang Jaya – Sukomanunggal Jaya I)
  • Timur: Jalan Tol – Pasar Kembang

Semangat wilayah VI dalam menciptakan keguyuban didadasari dari Kisah Para Rasul 2:42-47 “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua. Sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan”. Inilah ciri khas dari wilayah yang mengutamakan rasa kekeluargaan, kebersamaan, menjadi persekutuan murid-murid Tuhan yang guyub.

Kesan untuk Paroki Algonz adalah banyaknya kegiatan kemasyarakatan yang menonjol, menjadi Gereja yang terbuka dan berdialog. Pesan dan harapan di Lustrum V ini adalah supaya semangat Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Surabaya benar-benar dijalankan dengan konsisten dan berkelanjutan.

J. Lomanto Soehandojo - Ketua Wilayah VI - Lustrum V