Sharing

Dalam suatu kesempatan, saya mendapatkan undangan pembekalan iman dengan judul Menjadi Semakin Katolik di Gereja Katolik yang diadakan di paroki kami. Pada kesempatan itu, para peserta diingatkan kembali akan salah satu kebiasaan umat Katolik, yaitu berdoa Rosario.

Sebelum Paus Yohanes Paulus II menambahkan Peristiwa Terang sebagai salah satu peristiwa dalam devosi kepada Bunda Maria ini, umat Katolik hanya mengenal 3 peristiwa saja, yaitu: Peristiwa Gembira untuk hari Senin dan Sabtu, Peristiwa Sedih untuk Selasa dan Jumat serta Peristiwa Mulia untuk hari Rabu dan Minggu. Umat Katolik purba berdoa rosario untuk mengenangkan 3 peristiwa tersebut setiap hari sehingga mereka setidaknya melafalkan Doa Salam Maria 150x setiap harinya.

Mungkin cerita ini baik buat kita yang seringkali lalai ketika bekerja.

Suatu ketika menjelang Idul Fitri saya memangkas rambut di tetangga dekat rumah. Seseorang dari etnis Madura yang sudah menjadi langganan saya.

Ketika tiba giliran saya dipangkas, saya mencoba untuk bergurau dengannya dengan mengatakan:

  • Saya: Lagi rame-ramenya ya cak.
  • Cak Mat: Iya nyoooo (dia kerap memanggil saya dengan sebutan sinyo) sampek gak iso longgoh, ngadek teroos (sampai gak bisa duduk, berdiri terus).