Sharing

(sharing iman oleh Handy & Silvia, Bandung)

Family PrayingSaya mengalami keguguran saat usia kandungan ±7 minggu (akhir Januari 2015 dan awal Februari 2015). Saat itu setelah dicek oleh dua dokter, denyut jantung janin tidak terdeteksi lagi. Akhirnya menurut petunjuk dokter sebaiknya janin dikeluarkan saja demi kebaikan dan kesehatan, dan untuk kehamilan selanjutnya. Kami (saya dan suami) telah memberi nama Rafael Hanafi Gandasasmita kepada janin/anak kami tersebut, dan secara khusus telah kami doakan kepada Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria.

Yang menjadi point kesaksian kami adalah bahwa sepanjang peristiwa itu, kami sangat diliputi ketakutan dan kekhawatiran, berbagai pikiran jelek dan perasaan tidak menentu bercampur-baur, sementara kondisi kesehatan saya saat itu masih lemah, harus secara periodik dicek dan dikontrol dokter. Untuk mengatasi hal tersebut, kami berdoa dengan doa-doa yang kami bisa panjatkan, seperti Doa Rosario Pembebasan, Doa Kerahiman Ilahi, Doa-Doa Pribadi, sementara terus cek dan kontrol ke dokter kandungan. Kami juga melakukan sharing dan mendapat masukan-masukan yang menguatkan dari teman-teman atau saudara-saudara kami yang lebih berpengalaman dalam hal keguguran kandungan.

Berkat pertolongan Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria, akhirnya kami bisa melewati dan mengatasi semuanya dengan baik.

Lewat peristiwa keguguran ini, Tuhan Yesus Kristus dan dengan Perantaraan Bunda Maria, mengajarkan banyak hal kepada kami, seperti:

  1. Kami harus lebih percaya dan pasrah kepada Tuhan, dengan sepenuhnya mengandalkan Dia (jangan hanya di mulut dan pikiran saja, atau bersandar pada pengertian sendiri; juga jangan mudah terpengaruh oleh orang lain terutama yang menyampaikan info yang membuat/menambah rasa takut/khawatir, walaupun dengan maksud baik).
  2. Kami harus selalu bersyukur dalam segala hal (tidak memandang dari sudut pandang negatif, melainkan positif).
  3. Iman kami diuji dan semakin dikuatkan.
  4. Kami lebih rajin berdoa (bukan hanya sekedar berdoa, tetapi lebih intens melakukannya).
  5. Kami memintakan Sakramen Rekonsiliasi/Tobat di Gereja, juga menerima Tubuh Kristus dalam Sakramen Ekaristi.
  6. Kami diajarkan untuk mengampuni, karena dengan mendapat pengampunan-Nya, dan dengan mengampuni orang lain, kekuatan doa dan berkat-Nya menjadi semakin kuat. Pengampunan melepaskan kekuatan Kuasa Tuhan sehingga lebih leluasa bekerja dengan kuat dalam hidup kita.

Masih banyak hal lain yang mungkin belum kami sadari saat ini, namun Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria sedang dalam proses mengajarkannya kepada kami.

Semoga dengan kesaksian ini, nama Tuhan Yesus Kristus semakin dipermuliakan dan Bunda Maria, Bunda dari Tuhan Yesus Kristus, semakin dihormati. Amin.