Sharing

Beberapa tahun ini, saya membiasakan diri untuk berdoa melalui St. Christopher ketika akan bepergian, terutama kalau naik sepeda motor. Biasanya tidak lupa saya berkata, St. Christopher lindungilah aku, doakanlah aku.

Apakah lalu saya selalu lolos dari kecelakaan, ternyata tidak juga namun sejauh ini tidak pernah sampai fatal. Setidaknya ada 2 kecelakaan kecil yang apabila saat ini saya merenungkannya bisa tertawa sendiri.

Kejadian I - Ketika Ada yang Berkendara Sambil Tidak Konsentrasi

Peristiwa ini terjadi ketika saya menuju daerah luar kota dan melewati Kebun Binatang Surabaya. Sewaktu saya berhenti di traffic light di depan KBS, tiba-tiba ada sepeda motor yang menabrak dari belakang. Untunglah tidak keras tabrakan itu sehingga tidak fatal akibatnya. Setelah memeriksa kondisi badan serta motor tidak apa-apa, saya menanyakan keadaan bapak yang menabrak. Saking malunya, bapak itu ngeloyor saja dan terlihat bahwa dia berkendaraan sambil bertelepon ria.

Kejadian II - Sekarang Giliran Saya yang Melamun

Lebih dari setahun sejak peristiwa pertama tadi, saya berboncengan dengan istri terkasih. Tujuan kami adalah sebuah Ruko di Jl. HR. Muhammad, ketika akan memasuki area parkir, karena asyik ngobrol, tanpa disadari kami masuk melalui palang pintu otomatis yang disediakan untuk mobil. Antre di belakang sebuah mobil yang sedang menekan tombol tiket otomatis.

Setelah mengambil tiket, mobil itu melaju maju; kami dengan santainya mengikuti dari belakang. Tepat di bawah palang otomatis, terdengar suara DUOKK! Saya terkejut bukan main, rupanya palang otomatis itu turun dan mengenai helm. Belum lenyap rasa kaget ini, istri tercinta sudah mengomel dari belakang, "Bagaimana sih kamu ini??"

Dalam hati saya cuma bisa bilang, "Terima kasih Tuhan Yesus, terima kasih St. Christopher. Andai saya sudah melepas helm, tidak tahu apa jadinya?"