Sharing

Kita semua tahu bahwa bergosip itu adalah kebiasaan yang tidak baik namun seringkali kita secara sengaja maupun tidak melakukannya. Di situs ini masih ada sebuah artikel humor mengenai Komunikasi Internal Perusahaan yang tidak benar sehingga membuat kekeliruan mengenai informasi gerhana matahari. Menarik kalau kita baca sebelum melanjutkan dengan sharing ini.

Sebenarnya apa sih makna kata gosip, apa kata Alkitab mengenai kebiasaan yang satu itu, bagaimana menurut orang kudus mengenai kebiasaan yang satu ini? Menurut situs Wikipedia.org, bahasa Inggris; Gosip berarti 'omong kosong' atau 'rumor', terutama tentang urusan pribadi atau pribadi orang lain. (http://en.wikipedia.org/wiki/Gossip)

Apa kata Orang Kudus
Seorang kudus yang bernama Filipus Neri yang hidup pada tahun 1515 - 1595 pernah memberi nasehat kepada seseorang yang mempunyai kebiasaan bergosip. Romo Neri memahami betapa pentingnya berbicara dengan bijaksana. Suatu hari seseorang datang kepadanya.

Orang ini mempunyai masalah tidak dapat menghentikan kebiasaan buruknya yaitu bergosip dan menceritakan keburukan-keburukan orang lain. Romo Neri menyuruhnya naik ke atap rumah dengan satu tas besar penuh dengan bulu burung. Kemudian Romo memintanya untuk membuka tas serta menggoncang-goncangkan tas tersebut agar bulu-bulu itu dapat keluar semuanya. Baru saja ia melakukan, maka angin segera meniup bulu-bulu itu dan membawanya terbang hingga jauh menyebar ke seluruh penjuru kota.

Sesudahnya, Rm. Neri memintanya untuk pergi mengumpulkan setiap bulu yang telah terbang terbawa angin. Orang itu memandang romo Neri dengan terkejut dan gugup. Romo Neri berkata, " Kata-kata yang jahat sama dengan bulu-bulu itu. Begitu mereka keluar dari tas, mereka menyebar ke segala penjuru kota dan tidak pernah bisa ditarik kembali!". (Vacare Deo, Agustus 2003)

Apa Kata Alkitab?
Dalam percakapanNya dengan orang Farisi setelah Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan setan dan dituduh mengusir setan dengan kuasa Beelzebul; Yesus berkata, "Setiap kata-kata yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman." (Mat 12:36)

Santo Yakobus berkata:
Jika ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. (Yak 1:26)

Lalu bagaimana kita bisa memerangi kebiasaan bergosip ini? Patokan yang disampaikan oleh Socrates ini bisa dijadikan pertimbangan sebelum kita menyampaikan suatu informasi: "Apakah itu benar? Apakah ini baik? Apakah itu membantu?" Mari kita bersama-sama memerangi kebiasaan bergosip dan semakin memperdalam kehidupan doa kita sehingga relasi kita dengan Yesus semakin intim. Melalui doa-doa kita yang mendalam dan kerinduan untuk berhenti bergosip maka Roh Kudus pasti akan memampukan kita untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini. Amin.