Renungan Harian

Kol 1:21-23 | Mzm 54:3-4.6.8 | Luk 6:1-5

Pada suatu hari Sabat, Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di ladang gandum. Para murid memetik bulir-bulir gandum, menggisarnya dengan tangan, lalu memakannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata, "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Maka Yesus menjawab, "Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar? Ia masuk ke dalam rumah Allah dan mengambil roti sajian. Roti itu dimakannya dan diberikannya kepada para pengikut-Nya. Padahal roti itu tidak boleh dimakan, kecuali oleh para imam."

Dan Yesus berkata lagi, "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

---ooOoo---

HUKUM DIBUAT untuk MELAYANI KESEJAHTERAAN MANUSIA, bukan untuk menindas. Maka jika KESEJAHTERAAN MANUSIA MENUNTUT KARENA KEADAAN DARURAT, maka hukum harus DILONGGARKAN (Luk 6:1-5). KESEJAHTERAAN MANUSIA adalah PERATURAN TERTINGGI. Tetapi perlu KEJUJURAN & KETULUSAN dalam memperjuangkan kesejahteraan manusia, agar manusia TIDAK JATUH dalam KELEMAHANNYA SENDIRI & MENJADI SEENAKNYA mengubah hukum. "ANAK MANUSIA adalah TUHAN atas hari Sabat." [Salam dan doa, Han CM.]