St. Yohanes Maria Vianney

Oleh: St. Yohanes Maria Vianney

ayah, ibu dan anak-anak / keluargaAnak-anakku, Sabda Tuhan itu sungguh teramat penting! Inilah kata-kata pertama Kristus kepada para rasulNya: "Pergilah dan beritakanlah" ... untuk menunjukkan kepada kita bahwa pewartaan Sabda Tuhan itu di atas segalanya.

Anak-anakku, apakah yang telah diajarkan agama kepada kita? Pengajaran-pengajarannya telah kita dengar. Apakah yang menjadikan kita ngeri akan dosa? Apakah yang menjadikan kita bersemangat dalam megejar keutamaan-keutamaan; yang mengilhami kita dengan kerinduan akan Surga? Pengajaran-pengajarannya. Apakah yang mengajarkan kepada para bapak dan para ibu kewajiban-kewajiban yang harus mereka penuhi terhadap anak-anak mereka dan kepada anak-anak kewajiban yang harus mereka penuhi terhadap orang tua mereka? Pengajaran-pengajarannya.

Anak-anakku mengapakah manusia begitu buta dan begitu acuh? Sebab, mereka mendapat sedikit saja pengajaran tentang Sabda Tuhan. Ada sebagian orang yang bahkan tidak dapat mengucapkan Bapa Kami dan Salam Maria untuk mohon kepada Allah yang baik, rahmat untuk mendengarkan Sabda Tuhan dengan seksama dan memperoleh banyak keuntungan darinya. Aku percaya, anak-anakku bahwa seorang yang tidak mendengarkan Sabda Tuhan seperti seharusnya, tidak akan beroleh keselamatan; ia tidak akan tahu apa-apa yang harus dilakukan agar beroleh keselamatan. Tetapi, bagi seorang yang mendapat pengajaran Sabda Tuhan dengan baik, akan selalu ada pengharapan. Boleh saja ia berkelana di segala macam bentuk kejahatan; tetapi akan selalu ada harapan bahwa cepat atau lambat ia akan kembali kepada Allah yang baik, meskipun pengharapan itu datang pada saat ajal menjelang. Sebaliknya, seseorang yang tidak pernah mendapat pengajaran Sabda Tuhan sama seperti seorang pesakitan - seorang pesakitan yang dalam penderitaannya tidak lagi sadar; ia tidak mengerti, baik akan kedahsyatan dosa maupun nilai keutamaan; ia menyeret dirinya dari satu dosa ke dosa lainnya, seperti kain pel diseret di antara kotoran.

Lihatlah, anak-anakku, penghargaan yang diberikan Kristus terhadap Sabda Allah; kepada wanita yang berseru, "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau." Ia menjawab, "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." Kristus, yang adalah Kebenaran itu sendiri, tidak menganggap SabdaNya kurang penting dibandingkan TubuhNya. Aku tidak tahu apakah memang lebih buruk mengalami distraksi (= gangguan konsentrasi berupa macam-macam pikiran) selama Misa daripada mengalaminya selama pengajaran Sabda Tuhan; aku tidak melihat bedanya. Mengalami distraksi selama Misa berarti kita kehilangan rahmat dan jasa Sengsara dan Wafat Kristus, sedangkan mengalami distraksi selama pengajaran berarti kita kehilangan Sabda Tuhan, yang adalah Ia Sendiri, mengatakan bahwa hal tersebut sama buruknya seperti mengambil piala sesudah Konsekrasi, lalu menginjak-injaknya dengan kaki.

Sumber: "Catechism on The Word of God by Saint John Vianney" - www.catholic-forum.com
Media Pengajaran Vacare Deo Edisi Januari - Pebruari / Tahun VII / 2005