St. Yohanes Maria Vianney

oleh: St. Yohanes Maria Vianney

TamakKita semua cenderung berbuat dosa, anak-anakku; kita malas, tamak, mengumbar hawa nafsu, memuaskan kesenangan-kesenangan daging. Kita ingin tahu segala sesuatu, belajar segala sesuatu, melihat segala sesuatu; kita harus menjaga baik-baik pikiran dan hati kita karena semuanya ini adalah pintu-pintu mana setan biasa masuk. Lihatlah, tak henti-hentinya setan berkeliaran di sekeliling kita, kerjanya di dunia ini hanyalah mencari teman-teman bagi dirinya sendiri. Sepanjang hidup kita, ia akan mengintai kita, ia akan berusaha membuat kita jatuh ke dalam pencobaan-pencobaan; di pihak kita, haruslah kita melakukan segala yang kita mampu untuk melawan dan mengalahkannya. Kita tak dapat melakukan apa pun dengan kekuatan kita sendiri, anak-anakku; namun demikian, kita dapat melakukan segala sesuatu dengan bantuan Allah yang baik; marilah kita berdoa kepadaNya mohon agar dibebaskan dari musuh keselamatan kita ini, atau agar kita diberi kekuatan untuk melawannya.

Dalam Nama Yesus, kita pasti mengalahkan iblis; kita pasti membuat iblis lari terbirit-birit. Dalam Nama Yesus, jika kadang-kadang mereka berani menyerang kita, pertarungan-pertarungan kita akan menjadi kemenangan-kemenangan, dan kemenangan-kemenangan kita itu akan dimahkotai di surga, dengan mahkota bertaburkan intan permata yang cemerlang. Lihat, anak-anakku, Allah yang baik tidak pernah menolak mereka yang berdoa kepadaNya dari dalam lubuk hati mereka. St. Theresia, suatu hari sedang berdoa, ketika muncul kerinduan untuk berjumpa dengan Allah yang baik, Yesus Kristus memperlihatkan kepada mata jiwanya tangan-tangan IlahiNya, lalu suatu hari yang lain, ketika ia sedang berdoa pula, Ia memperlihatkan WajahNya kepadanya. Dan terakhir, beberapa hari sesudahnya, Ia menunjukkan kepadanya seluruh KemanusiaanNya yang Kudus. Allah yang baik, yang mengabulkan kerinduan St. Theresia, juga akan mengabulkan doa-doamu. Jika kita mohon kepadaNya rahmat untuk melawan godaan-godaan, Ia pasti akan mengaruniakannya kepada kita; sebab Ia menghendaki keselamatan kita semua, Ia mencurahkan DarahNya bagi kita semua, Ia wafat bagi kita semua, Ia menanti kita semua di surga. Kita ada dua atau tiga ratus di sini: apakah kita semua akan diselamatkan, apakah kita semua akan menuju surga! Sayang! anak-anakku, kita tidak tahu pasti tentangnya; tetapi aku gemetar mengetahui begitu banyak jiwa yang sesat belakangan ini.

Lihat, mereka terjerumus ke dalam neraka seperti daun-daun berguguran dari pohonnya menjelang musim dingin. Kita pasti akan jatuh juga seperti yang lainnya, anak-anakku, jika kita tidak menghindari pencobaan, jika ketika kita tidak dapat menghindarikan diri darinya, kita tidak melawannya dengan sungguh-sungguh dengan pertolongan Allah yang baik - jika kita tidak menyerukan NamaNya selama pertempuran, seperti St. Antonius di padang gurun.

Orang Kudus ini mengasingkan diri ke sebuah pemakaman tua, iblis datang menyerangnya; mula-mula iblis berusaha menakut-nakutinya dengan suara yang mengerikan; iblis bahkan memukulinya dengan keji hingga pertapa itu setengah tuli dan sekujur tubuhnya penuh luka. "Baiklah," kata St. Antonius, "ini aku, siap bertempur kembali; tidak, kamu tidak akan dapat memisahkan aku dari Yesus Kristus, Tuhan dan Allahku." Roh-roh kegelapan itu melipatgandakan kekuatan mereka, dan menyuarakan seruan-seruan yang mengerikan. St. Antonius tetap diam tak bergerak, sebab ia menaruh seluruh kepercayaannya kepada Tuhan. Seturut teladan orang kudus ini, anak-anakku, marilah kita senantiasa siap sedia menghadapi pertempuran; mari kita menaruh kepercayaan kita kepada Tuhan; mari kita berpuasa dan berdoa; dan iblis tidak akan dapat memisahkan kita dari Yesus Kristus, baik di dunia ini maupun di kehidupan yang akan datang.

Sumber: "Cathecism on Temptations by Saint John Vianney" - www.catholic-forum.com
Media Pengajaran Vacare Deo - Edisi April / Tahun VI / 2004