Sakramen Perkawinan

Upacara perkawinan yang dipimpin oleh awam, hanya dalam keadaan tertentu/khusus upacara perkawinan dapat dipimpin oleh seorang awam. Untuk itu pemimpin awam tersebut harus mendapat tugas/wewenang dari pimpinan Gereja. rumus dan tata laksana liturginya kurang lebih sama dengan upacara perkawinan di luar Ekaristi.

Urutannya: pembukaan, liturgi sabda, upacara nikah (perjanjian nikah: pernyataan kesediaan/kerelaan, janji setia perkawinan, peneguhan/pemberkatan nikah, penandatanganan naskah perjanjian nikah, simbol-simbol perkawinan, doa umat), penutup.