Sakramen Perkawinan

Pengertian Konsensus (kan. 1057, §2) adalah perbuatan kemauan dengan mana pria dan wanita saling menyerahkan diri dan saling menerima untuk membentuk perkawinan dengan perjanjian yang tak dapat ditarik kembali.

Konsensus bisa cacat atau tidak ada sama sekali oleh faktor-faktor berikut:

  1. Ketidakmampuan psikologis (kan. 1095)
  2. Tak ada pengetahuan yang cukup mengenai hakekat perkawinan (kan. 1096)
  3. Kekeliruan mengenai pribadi (kan. 1097)
  4. Penipuan (kan 1098)
  5. Kekeliruan mengenai sifat perkawinan dan martabat sakramental perkawinan (kan. 1099)
  6. Simulasi (kan. 1101): simulasi total; simulasi parsial (bonum prolis, bonum fidei, bonum sacramenti, bonum coniugum)
  7. Konsensus bersyarat (kan. 1102)
  8. Paksaan dan ketakutan (kan. 1103)

Konsensus dirayakan dalam “forma canonica” (kan. 1108-1123) atau tata peneguhan ialah bahwa suatu perkawinan harus dirayakan dihadapan tiga orang, yakni petugas resmi Gereja sebagai peneguh, dan dua orang saksi.