Sakramen Perkawinan

Halangan Berdasarkan Hubungan Persaudaraan: Hubungan Darah atau Konsanguinitas (kan. 1091)

Gereja menetapkan halangan hubungan darah untuk melindungi atau memperjuangkan nilai moral yang sangat mendasar. Pertamatama ialah untuk menghindarkan perkawinan incest. Hubungan ini dilarang. Hubungan ini juga berakibat buruk terhadap kesehatan fisik, psikologis, mental dan intelektual bagi anak-anak yang dilahirkan.

Kan. 1091 §1 menegaskan: “Tidak sahlah perkawinan antara orang-orang yang berhubungan darah dalam garis keturunan ke atas dan ke bawah, baik legitim maupun alami”.

Kan. 1091 §2 menegaskan bahwa “dalam garis keturunan menyamping perkawinan tidak sah sampai dengan tingkat keempat” inklusif.

Jadi yang dikenai halangan adalah mereka yang berhubungan darah - dalam garis lurus ke atas maupun ke bawah dalam segala tingkatan baik yang sah maupun tidak sah - dalam garis menyamping sampai tingkat keempat inklusif.

Hubungan darah garis lurus dan menyamping tingkat pertama merupakan halangan kodrati sehingga tidak dapat didispensasi, sementara untuk tingkat ketiga dan keempat merupakan halangan gerejawi sehingga masih bisa didispensasi.