Sakramen Perkawinan

Halangan Kaul Kemurnian Publik dan Kekal (kan. 1088)

Kanon 1088 menetapkan: “Adalah tidak sah perkawinan yang dicoba dilangsungkan oleh mereka yang terikat kaul kemurnian yang bersifat publik dan kekal dalam suatu lembaga religius”. 

Seperti tahbisan suci, demikian pula hidup religius tidak bisa dihayati bersama-sama dengan hidup perkawinan, karena seorang religius terikat kaul kemurnian (bdk. Kan. 573 §2; 598 §1)

Mereka yang terikat kaul kemurnian yang bersifat publik dan kekal dalam suatu tarekat religius tidak bisa melangsungkan perkawinan secara sah. Untuk halangan ini hanya Takhta Suci yang berwewenang memberikan dispensasi yang dikenal juga dengan istilah laisasi.