Sakramen Ekaristi

Sebelum berkat Tuhan disampaikan, imam menyapa umat dahulu dengan rumusan dialog salam: “Tuhan sertamu” atau “Tuhan bersamamu”, dan umat menjawab: “Dan sertamu juga” atau “Dan bersama rohmu”. Dengan dialog itu, diungkapkan iman Gereja bahwa Tuhan sungguh hadir dan menyertai umat-Nya. Selanjutnya, disampaikan berkat Allah yang Mahakuasa dengan menyebut Allah Tritunggal, yaitu Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

 

Makna berkat Tuhan ini bukanlah anugerah “sesuatu” yang bersifat barang, namun pertama-tama adalah diri Allah sendiri, yakni hidup Allah Tritunggal. Dengan menerima berkat, kita dianugerahi kesatuan hidup dengan persekutuan Allah Tritunggal. Artinya, kita dimasukkan ke dalam persekutuan Allah Tritunggal, sumber dan tujuan seluruh hidup manusia dan alam semesta.

Pada ritus penutup di sini, berkat Tuhan yang diterima ini me-mungkinkan kita semua mampu melaksanakan tugas perutusan kita untuk menghadirkan apa yang telah kita rayakan dalam perayaan Ekaristi itu di dunia. TPE 2005 memberikan 3 alternatif berkat:

Pertama: Berkat Sederhana. Artinya berkat Tuhan disampaikan dengan cara sederhana, yakni sesudah dialog salam, imam langsung memberikan berkat Tuhan dengan menyebut nama Allah Tritunggal.

Kedua: Berkat Meriah. Artinya berkat Tuhan disampaikan dengan cara meriah, yakni sesudah dialog salam, imam menandai dengan 3 pernyataan doa yang setiap kali dijawab Amin oleh umat, dan diakhiri berkat Tuhan dengan menyebut nama Allah Tritunggal. Dalam TPE 2005, disediakan 15 alternatif berkat meriah yang disesuaikan dengan masa atau pesta liturgi.

Ketiga: Berkat dengan doa untuk umat. Artinya berkat Tuhan disampaikan sesudah dialog salam, imam mengulurkan kedua belah tangan ke arah umat sambil berdoa untuk umat dan diakhiri dengan jawaban Amin dari umat. Sesudah doa untuk umat selesai, imam memberikan berkat Tuhan dengan menyebut nama Allah Tritunggal. Dalam TPE 2005, disediakan 41 alternatif model berkat ini.