Sakramen Ekaristi

Sebelum memasuki komuni, imam mengadakan doa persiapan dengan berdoa dalam hati, supaya Tubuh dan Darah Kristus yang ia sambut sungguh membawa buah bagi hidup dan pelayanannya. Doanya diarahkan kepada Tuhan Yesus Kristus. Ada dua doa yang ditawarkan:

Pertama, doa yang mengenangkan penebusan Yesus Kristus dan permohonan agar berkat Tubuh dan Darah Kristus dianugerahkanlah pembebasan dari kejahatan, kesetiaan pada perintah-perintah Tuhan dan tetap disatukan dengan Tuhan.

Kedua, doa yang memohon perlindungan dan kesehatan jiwa dan raga berkat penyambutan Tubuh dan Darah Kristus itu.

 

Di sini umat beriman menggabungkan dirinya dengan sikap doa pribadi dan hening. Kemudian imam berlutut dan mengundang umat beriman untuk menyambut komuni dengan berkata:

“Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang di undang ke perjamuan-Nya”.

Kata-kata undangan ini diucapkan oleh imam sambil memegang roti Ekaristi di atas patena atau piala dan memperlihatkannya ke umat (PUMR 84).

Kata-kata “Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” jelas didasarkan pada kata-kata Injil Yohanes (Yoh. 1:29).

Kata-kata “Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya” merupakan suatu kutipan dari Why 19:9. Dari kutipan itu, jelaslah bahwa umat beriman diundang untuk menyambut komuni dalam perspektif eskatologis. Hal penting di sini ialah bahwa penerimaan komuni merupakan tindakan partisipatif dalam perjamuan surgawi, suatu antisipasi dalam perjamuan di surga.

Umat beriman, baik imam maupun umat, menjawab:

“Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.”

Kata-kata itu mengutip apa yang dikatakan oleh seorang perwira yang rumahnya akan didatangi Tuhan (Mat 8:8). Perwira itu adalah seorang yang penuh iman dan percaya.