Sakramen Ekaristi

 

Doa Bapa Kami ini diucapkan atau dinyanyikan oleh seluruh umat beriman setelah ajakan berdoa dari imam. PUMR 81 menyata-kan: “ Dalam doa Tuhan, Bapa Kami, umat beriman mohon rezeki sehari-hari. Bagi umat Kristen rezeki sehari-hari itu terutama adalah roti Ekaristi. Umat juga memohon pengampunan dosa supaya anugerah kudus itu diberikan kepada umat yang kudus. Imam meng-ajak jemaat untuk berdoa, dan seluruh umat beriman membawakan Bapa Kami bersama-sama dengan imam.”

Rumusan ajakan imam untuk berdoa Bapa Kami menunjuk pada pengakuan bahwa kita hanya mampu berdoa dan menyapa Allah sebagai Bapa karena rahmat ilahi saja. Pertama, itu karena perintah Tuhan Yesus Kristus sendiri. Dan kedua, rahmat ilahi itu ialah Roh Kudus yang dicurahkan kepada kita.

Doa Bapa Kami masuk ke ritus komuni dari Liturgi Ekaristi, karena isinya sesuai dengan ritus komuni, yakni permohonan rezeki hari ini. Bagi umat beriman rezeki itu terutama adalah roti ekaristis. Permohonan pengampunan dan damai, sebagaimana diungkapkan dalam doa Bapa Kami, juga merupakan persiapan yang tepat untuk menyambut Kristus dalam komuni.

Para Bapa Gereja melihat kaitan doa Bapa Kami dan Komuni bukan hanya berkaitan dengan isi doa Bapa Kami yang memohon rezeki saja, tetapi juga dalam kaitannya dengan doa permohonan atas pengampunan dosa, sebab tanpa pengampunan ini hidup persaudaraan dan persekutuan tidaklah mungkin. Permohonan ini menggarisbawahi rekonsiliasi, kerukunan, kesatuan dan damai. Barang siapa mau menyambut Tubuh Kristus, harus mempunyai ke-mauan untuk berdamai, untuk hidup rukun dan untuk mengampuni.