Sakramen Ekaristi

Doa permohonan dalam Doa Syukur Agung ini jelas berbeda dengan doa permohonan pada doa umat. Doa permohonan dalam DSA terutama dimaksudkan untuk mendoakan kepentingan seluruh Gereja yang kudus, baik para pemimpin Gereja dan umat yang berkumpul, maupun seluruh anggota Gereja di mana pun juga entah yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal. Jadi, doa permohonan dalam DSA dipusatkan pada doa untuk kesejahteraan seluruh Gereja sendiri.

 

Makna doa permohonan dalam DSA ini tampak sekali pada apa yang dinyatakan dalam PMUR: “Dalam permohonan-permohonan ini, tampak nyata bahwa Ekaristi dirayakan dalam persekutuan dengan seluruh Gereja, baik yang ada di surga maupun yang ada di bumi; dan juga jelas bahwa kurban Ekaristi diadakan bagi kesejahteraan seluruh Gereja dan semua anggotanya, baik yang hidup maupun yang telah mati, karena semuanya dipanggil untuk mengeyam hasil penebusan dan keselamatan yang diperoleh lewat Tubuh dan Darah Kristus”. (PUMR 79.g.)

Doa permohonan dalam DSA, pertama-tama berdoa untuk Sri Paus sebagai pemimpin Gereja diseluruh dunia dan wakil Kristus di dunia, yang menyatakan kesatuan kita dengan seluruh Gereja di dunia. Kemudian nama uskup setempat, yang mengungkapkan kesatuan seluruh umat beriman di Gereja setempat yang dipimpin oleh uskup. Para imam dan diakon sebagai orang-orang yang ditahbiskan untuk membantu pelayanan uskup bagi umat beriman; dan siapapun dalam Gereja yang ambil bagian dalam pelayanan umat beriman dan tentu saja seluruh umat beriman sendiri.

Pada doa permohonan dikenangkan pula para kudus di surga, selain untuk mengungkapkan kesatuan seluruh Gereja yang kudus, yang terdiri atas mereka yang masih hidup dan yang telah meninggal; juga mau mengungkapkan dimensi eskatologis dari hidup Gereja yang sedang berziarah sehingga kita boleh berharap pada bantuan doa mereka bagi kita yang masih hidup di dunia ini menuju tujuan akhir, yakni bersama dengan Allah di surga.