Sakramen Ekaristi

Aklamasi berarti seruan, dan anamnesis berarti kenangan. Jadi yang dimaksud dengan aklamasi anamnesis dalam perayaan Ekaristi adalah seruan kenangan akan karya penebusan Kristus yang dihadirkan dalam Doa Syukur Agung. TPE 2005 menyediakan 6 buah aklamasi anamnesis.

Aklamasi anamnesis ini paling baik kalau dilagukan. Imam mengangkat aklamasi dengan suara lantang. Kemudian umat menanggapinya dengan mantap dan lantang pula. Maka, lagu-lagu aklamasi anamnesis harus sungguh dihafal dan dilagukan dengan penghayatan yang penuh. Jangan dengan ragu-ragu atau setengah suara. Lagu ini berada pada puncak DSA; maka harus dibawakan dengan amat baik.

Pengenangan karya penebusan Kristus itu terungkap jelas dalam semua rumus aklamasi anamnesis, misalnya:

 

Wafat Kristus kita maklumkan,
Kebangkitan-Nya kita muliakan,
Kedatangan-Nya kita rindukan.

Kristus telah wafat,
Kristus telah bangkit,
Kristus akan kembali;

Wafat-Mu kami kenang,
ya Tuhan yang bangkit mulia.
Datanglah, umat-Mu menanti
penuh iman dan harapan.

Dengan mengucapkan atau melagukan aklamasi anamnesis, kita mengenangkan karya keselamatan yang dilaksanakan Tuhan, sehingga seluruh peristiwa penyelamatan yang dulu dikerjakan Tuhan kini sungguh hadir dan kita semua sebagai Gereja mengalami-nya (secara sakramental).