Sakramen Ekaristi

Dialog pembuka ini mau mengajak seluruh umat beriman untuk memusatkan perhatian pada saat terpenting dalam perayaan Ekaristi. Dialog pembuka terdiri atas 3 bagian dialog antara imam dan umat.

 

Bagian pertama, dimulai dengan salam imam: “Tuhan sertamu” dan dijawab umat: “Dan sertamu juga”. Dengan salam itu, dinyatakan iman kita akan kehadiran dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita umat-Nya. Dalam arti yang sama pula dinyatakan apa yang terdapat dalam rumusan salam alternatif yang pertama: “Tuhan bersamamu” dan dijawab umat: “Dan bersama rohmu”.

Bagian kedua, imam mengajak umat untuk mengarahkan hati kepada Tuhan dengan berkata: “Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan” dan umat menjawab: “Sudah kami arahkan”. Dengan demikian, mereka diingatkan bahwa pikiran mereka hendaknya hanya diarahkan kepada Tuhan.

Bagian ketiga, imam mengundang umat beriman untuk bersyukur kepada Tuhan Allah atas karya atau tindakan Allah yang menyelamatkan, dengan berkata: “Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita” dan umat menjawab: “Sudah kami layak dan sepantas-nya”. Seruan layak dan pantas merupakan seruan persetujuan.

Dialog ajakan ini mengawali atau dilanjutkan dengan prefasi. Isi prefasi adalah pewartaan atas karya agung kasih Allah yang menyelamatkan umat manusia melalui Yesus Kristus. Kini dalam Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2005 memiliki 72 buah prefasi. Semua prefasi ini sama-sama mau mewartakan keagungan kasih Allah yang menyelamatkan umat manusia melalui Yesus Kristus itu. Setiap prefasi mengeksplisitkan salah satu aspek misteri keselamatan Allah.

Prefasi sendiri dibagi atas 3 bagian, yaitu: bagian pengantar; bagian rumusan prefasi yang mengungkapkan alasan-alasan kita untuk memuji Allah Bapa, khususnya mengenai karya penciptaan dan penebusan yang dilakukan Allah, dengan menyebut salah satu pokok misteri karya penyelamatan-Nya yang terlaksana melalui Yesus Kristus; dan bagian penutup yang menghubungkan dengan bagian seruan aklamasi umat: Kudus.