Sakramen Ekaristi

Seluruh persiapan persembahan ditutup dengan doa persiapan persembahan yang secara harafiah disebut doa atas bahan-bahan persembahan (oratio super oblata).

Doa persiapan persembahan ini memang baru ‘mempersiap-kan’ menuju doa persembahan yang sejati, yakni Doa Syukur Agung.

 

Doa persiapan persembahan ini termasuk doa presidensial, yang harus didoakan imam dengan suara lantang dan jelas, dan tangan terentang (PUMR 32, 146).

 

Doa persiapan persembahan ini berisi permohonan kepada Allah agar persembahan yang dibawa umat beriman itu dikuduskan dan dipersatukan dengan kurban persembahan diri Kristus.

Doa persiapan persembahan mengandung empat bagian:

 

  1. Didahului dengan ajakan imam: “Berdolah, saudara-saudara” (Orate, fraters)
  2. Umat menanggapi ajakan imam dengan doa bersama: "Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat yang kudus.”
  3. Doa persiapan persembahan, di doakan oleh imam dengan suara lantang. Doa ini diakhiri dengan rumusan penutup pendek yang bersifat kristologis: “Dengan Pengantara Kristus, Tuhan kami” (Per Christum, Dominum nostrum), dan bukan yang trinitaris seperti dalam doa pembuka
  4. Umat menanggapi doa persiapan persembahan, dengan menjawab “Amin” yang bersifat aklamatif yakni menanggapi secara bersama-sama.