Sakramen Ekaristi

 

Dalam liturgi Gereja, pendupaan melambangkan penghormatan, pemberkatan dan pengudusan. Pendupaan atas bahan-bahan persembahan di sini lebih melambangkan “persembahan dan doa Gereja yang naik ke hadirat Allah seperti kepulan asap dupa” (PUMR 75). Selain mendupai bahan-bahan persembahan, imam mendupai salib dan altar dengan cara mengelilinginya. Ini merupakan tanda bahwa bahan-bahan persembahan itu akan segera dikuduskan bagi Allah dan juga bagi keselamatan umat beriman. Kurban persembah-an umat yang akan dipersatukan dengan kurban diri Kristus sendiri.

Setelah pendupaan atas bahan-bahan persembahan, salib dan altar selesai, imam didupai karena pelayanan kudus yang ia sandang, yakni martabatnya yang in persona Christi dan pelayan Gereja. Umat juga dapat didupai karena martabat luhurnya yang diperolah melalui pembaptisan (PUMR 75).