Tata Gerak dan Sikap Umat dalam Perayaan Liturgi

bangun lebih awalUntuk persiapan Misa Kudus hari Minggu, persiapkan segala sesuatunya sebelumnya supaya tidak tergesa-gesa. Misalnya, siapkan uang persembahan/kolekte (baik jika dimasukkan di dalam amplop), persiapkanlah anak-anak, terutama jika anak-anak sering membuat kita terlambat ke gereja. Bangunlah lebih pagi, jika perlu. Siapkanlah pakaian yang pantas dan sopan untuk kita pakai ke gereja. Contoh sederhana: jika kita punya sepatu, pakailah sepatu, bukan sandal, apalagi sandal jepit; jika kita punya baju berlengan, pakailah itu, dan jangan memakai baju yang tidak berlengan. Ingatlah bahwa apa yang terlihat dari luar adalah cerminan dari isi hati.

Persiapkanlah kurban rohani yang akan kita persembahkan kepada Tuhan. Ingatlah bahwa setelah dibaptis, kita dipilih Tuhan sebagai bangsa pilihan, umat rajawi, yang memiliki imamat bersama. Maka meskipun pemimpin Misa adalah imam yang telah ditahbiskan (imamat jabatan) yang bertindak atas nama Kristus, namun itu bukan berarti kita hanya 'menonton'.

Sebaliknya, kita juga harus mengambil bagian dalam kurban itu, sebagai anggota Tubuh Kristus yang menghantar persembahan kita bersama-sama dengan kurban Kristus, Sang Kepala. Kurban persembahan yang dapat kita persiapkan adalah kurban pujian dan syukur atas rahmat Tuhan yang kita terima, atau bahkan kurban hati yang hancur, jika kita sedang menghadapi pergumulan dan permasalahan. Persiapkanlah semua kurban itu di dalam hati kita agar dapat kita bawa ke hadapan-Nya.

Janganlah makan atau minum dalam waktu 1 jam sebelum menerima Komuni, untuk sungguh memberikan keistimewaan pada Kristus yang akan menjadi santapan rohani.

Datanglah cukup awal, supaya setidaknya ada waktu untuk berdoa misalnya sekitar 10 - 15 menit sebelum Misa dimulai, dan menenangkan hati dan pikiran sebelum mengikuti Misa Kudus.

Sumber: Katekese Liturgi 2016 - Keuskupan Surabaya