Tata Gerak dan Sikap Umat dalam Perayaan Liturgi

membuat tanda salibPeran serta kaum awam dalam bidang liturgi dituntut oleh hakikat liturgi sendiri (bdk. SC, 14); yang menyatakan bahwa Bunda Gereja menghendaki agar seluruh umat beriman dibimbing pada peran serta yang sepenuhnya, sadar dan aktif dalam perayaan-perayaan liturgi. Artinya, diharapkan agar umat beriman dapat memahami liturgi dan sekaligus terlibat aktif dalam perayaan liturgi.

Kata 'sadar' menunjuk pada segi memahami. Artinya, umat merayakan liturgi dengan penuh pemahaman atau mengerti akan apa yang dirayakan, dan bukan seperti orang wisatawan yang melihat-lihat. Orang yang berpartisipasi secara sadar akan menyadari betapa agung dan luhurnya misteri Perayaan Ekaristi yang sedang dirayakan. Kesadaran inilah yang membuat orang tidak sembarangan mengubah ataupun menambahkan sesuatu di dalam Perayaan Ekaristi.

Kata 'aktif' menunjuk pada segi keterlibatan umat berima. Artinya, umat beriman hadir ke perayaan liturgi sebagai peserta yang mesti terlibat, ambil bagian secara penuh dan aktif dalam setiap bagian perayaan liturgi, karena memang dituntut dari hakikat perayaan liturgi itu sendiri. Orang yang berpartisipasi secara aktif akan ikut ambil bagian secara penuh dalam tata gerak (berdiri, berlutut, duduk, dan sebagainya) dan menjawab aklamasi-aklamasi imam dalam penuh semangat serta bernyanyi sebagai ungkapan doa secara aktif.

Marilah kita menjadi sadar akan apa yang kita lakukan di sini, dan dengan sadar pula kita berpartisipasi secara aktif serta menyadari dan menghayati makna setiap ucapan, doa, sikap, dan tata gerak kita sekalian.

Sumber: Katekese Liturgi 2016 - Keuskupan Surabaya