Pewarta Sabda dalam Perayaan Liturgi

Dasarnya adalah buku Misale Romanum (2002), yang menyebutkan dalam rubrik untuk Misa Minggu Palma dan Ibadat Jumat Agung no. 21: "Kisah Sengsara Tuhan dibacakan tanpa lilin dan pendupaan, tanpa salam dan tanpa tanda salib pada buku; kisah ini dibacakan oleh diakon atau, kalau tidak ada, oleh imam sendiri. Dapat juga Kisah Sengsara dibacakan oleh lektor (pembaca awam), tetapi bila mungkin, sabda Yesus dibawakan oleh imam. Sebelum membawakan Kisah Sengsara, diakon memohon berkat imam seperti biasa sebelum Injil, tetapi pembaca awam tidak perlu." Pembaca awam tidak perlu meminta berkat imam karena ritus meminta berkat imam dalam perayaan liturgi merupakan ritus khas kaum tertahbis dan bukan awam. Rubrik ini sudah muncul dalam Misale Romanum edisi tahun 1970. Juga dikutip lagi dalam no. 33 Surat Edaran tentang Perayaan Paskah dan Persiapannya (tahun 1988).

Sumber: Katekese Liturgi 2016 - Keuskupan Surabaya