Pewarta Sabda dalam Perayaan Liturgi

Alleluya adalah salah satu aklamasi (yang berasal dari bahasa Latin "acclamatio", berarti antara lain "sorak-sorai") dalam Perayaan Ekaristi. Sebagai aklamasi, Alleluya hendaknya dinyanyikan atau diserukan dengan suara lantang dan yang penting dalam aklamasi adalah semangatnya atau antusiasmenya. PUMR no. 63c menegaskan hal demikian, "Kalau tidak diragukan, Bait Pengantar Injil dengan atau tanpa Alleluya dapat dihilangkan." TPE baru untuk imam no. 12 menulis dalam rubrik bahwa Alleluya atau Bait Pengantar Injil dinyanyikan oleh solis atau koor. Ini berarti mengangkat lagu Alleluya bukanlah tugas imam. Fungsi asli dari Bait Pengantar Injil adalah mengiringi perarakan imam yang membawa Evangeliarium dari Altar menuju ambo / mimbar. Karena itu, sebaiknya Alleluya dibawakan oleh salah satu anggota paduan suara yang bertugas atau oleh pemazmur yang berada di panti umat, agar imam dapat langsung menuju ke mimbar tanpa harus menunggu petugas menyanyikan Alleluya dari mimbar.

Sumber: Katekese Liturgi 2016 - Keuskupan Surabaya