Pewarta Sabda dalam Perayaan Liturgi

Selain terdapat dalam PUMR no. 275, aturan menghormati dengan membungkukkan badan atau menundukkan kepala juga terdapat dalam buku Caeremoniale Episcoporum (CE). CE no. 68 mengatakan bahwa kita menundukkan kepala ketika mengucapkan nama Yesus, Santa Perawan Maria, santo atau santa yang dirayakan dalam Misa atau liturgi itu. Kita membungkukkan badan untuk menghormati Altar jika tak ada Tabernakel berisi Sakramen Mahakudus di belakang Altar itu; kepada uskup waktu sebelum dan sesudah pendupaan, dan kapanpun disebut dalam rubrik. Lalu dalam CE no. 91 disebutkan juga: sebelum dan sesudah mendupai, membungkukkan badan dilakukan untuk menghormati pribadi objek yang didupai itu. Hanya itu petunjuk yang ada. Tidak disebut secara khusus tentang cara penghormatan lektor dan pemazmur kepada imam selebran (baik dia seorang uskup maupun imam biasa), saat sebelum dan sesudah membacakan Sabda. Maka, lektor dan pemazmur cukuplah memberi penghormatan ke Altar (dengan membungkukkan badan) dan Tabernakel (dengan berlutut) sebelum dan sesudah bertugas.

Sumber: Katekese Liturgi 2016 - Keuskupan Surabaya