Pewarta Sabda dalam Perayaan Liturgi

Karena pewarta Sabda Allah bagian dari umat, hendaknya mereka menempati bagian terdepan dari bangku umat yang posisinya di depan ambo atau mimbar sabda, sehingga memudahkan petugas berarak menuju dan kembali ketika bertugas. Saat umat selesai mengaklamasikan "Amin" pada Doa Pembuka, pewarta Sabda Allah mulai bergerak maju. Adapun urutannya adalah lektor pertama, pemazmur, dan lektor kedua. Para petugas pewarta Sabda Allah perlu berlatih dan berkoordinasi yang cukup agar tidak terjadi kesimpangsiuran gerakan ketika berjalan dari dan menuju ambo. Ketika berada di panti imam, janganlah bersikap seperti pengawal yang sedang berjaga-jaga di belakang lektor atau pemazmur yang sedang melaksanakan tugasnya dengan berdiri di belakangnya. Akan lebih tepat jika setiap pewarta sabda maju bergantian tanpa perlu memikirkan waktu yang terbuang karena harus maju satu persatu akan memberi kesan petugas mondar-mandir, karena proses pergantian petugas yang anggun dan tidak tergesa-gesa akan memberi waktu hening bagi umat untuk merenungkan Sabda Tuhan.

Sumber: Katekese Liturgi 2016 - Keuskupan Surabaya