Pewarta Sabda dalam Perayaan Liturgi

Tentang busana liturgi bagi pelayan awam disebutkan dalam PUMR no. 339: "Akolit, lektor, dan pelayan awam lain boleh mengenakan alba atau busana lain yang disahkan oleh Konferensi Uskup untuk wilayah gerejawi yang bersangkutan." Sebagai pelayan awan, pemazmur dan lektor tentunya boleh menggunakan busana khusus. Namun harus selalu diingat bahwa tidak boleh "berbusana liturgis seperti seorang imam atau diakon, atau memakai busana yang mirip dengan busana dimaksud" (RS. 152). Maksud larangan itu adalah untuk menghindari kerancuan simbolis, terutama agar tidak mengaburkan apa yang menjadi tugas khas masing-masing (RS. 151). Busana khusus pemazmur dan lektor memang bukan keharusan. Jika pengenaan busana khusus dianggap sunggu perlu demi membantu tugas pelayanannya dalam liturgi, maka PUMR no. 339 dapat dijadikan pegangan. Namun, di suatu segi, alangkah indahnya jika awam yang bertugas dalam liturgi dapat tampil sebagai seorang awam sejati, tidak tampil "mirip" para klerus dengan segala atributnya.

Sumber: Katekese Liturgi 2016 - Keuskupan Surabaya