Misdinar dalam Perayaan Liturgi

Jumlah misdinar yang cukup banyak pada Hari Raya dapat membantu menciptakan keanggunan dan kesemarakan suasana hari raya. Banyak paroki pada Hari Minggu Biasa kerap kali menggunakan misdinar dalam jumlah yang demikian banyak, jauh melebihi yang dibutuhkan. Liturgi memang membutuhkan petugas untuk melayani dengan baik agar menjadi indah dan anggun. Akan tetapi, keindahan dan keanggunan tidak selalu identik dengan sesuatu yang "wah" atau jumlah yang besar. Jadi, berapa jumlah ideal untuk setiap Perayaan Ekaristi? Jawaban ini kita kembalikan pada fungsi utama misdinar sesuai PUMR no. 100. Tugas yang harus ada adalah: seorang pembawa salib, dua orang pembawa pedupaan dan dupa, pembawa lilin dan dua orang yang melayani membawa roti (piala dan sibori), serta anggur dan air ke altar. Kedua orang yang disebut terakhir ini saat perarakan masuk dan keluar juga dapat membawa lilin. Jika dijumlah, maka 6 orang saja sudah cukup.

Sumber: Katekese Liturgi 2016 - Keuskupan Surabaya