Misdinar dalam Perayaan Liturgi

Putra Altar / MisdinarDalam melayani imam di Altar, seorang misdinar yang baik perlu memperhatikan beberapa hal:

  • Berdoa bersama umat
    Pelayanan seorang misdinar yang baik senantiasa mengandalkan adanya penghayatan iman yang mendalam dan doa secara pribadi dari dalam diri misdinar sendiri sebagai seorang pelayan. Artinya untuk dapat melayani dengan baik, hati misdinar sendiri juga rindu ingin berjumpa dan menghadap Tuhan serta sungguh dapat berdoa dan bukan sekadar rutinitas dan kewajiban.

  • Peka dan tanggap terhadap kebutuhan
    Seorang misdinar sebagai pelayan imam di Altar harus dapat peka dan tanggap terhadap situasi yang dihadapi dalam tugas pelayanannya. Ada hal-hal yang mungkin tidak ada dalam latihan, tetapi misdinar diharapkan tetap bisa melayani dengan fleksibel.

  • Mempersiapkan diri
    Persiapan diri ini bisa mencakup macam-macam segi, antara lain: persiapan fisik, seperti tidak mengantuk, badan sehat dan segar, persiapan psikis, seperti tidak marah atau jengkel dan persiapan batin atau rohani.

  • Bekerja sama dengan tim liturgi
    Misdinar perlu bekerja sama dengan tim liturgi paroki dalam mempersiapkan Perayaan Ekaristi. Bagaimanapun juga pikiran dan pandangan banyak orang kiranya akan lebih baik dan lebih obyektif daripada pikiran satu orang. Begitu pula dalam bidang liturgi atau ibadat. Jadi, seorang misdinar perlu memiliki kemampuan untuk bekerja sama dan kerelaan untuk setiap kali berkumpul untuk membicarakan Perayaan Ekaristi atau ibadat yang akan diadakan bersama.

Sumber: Katekese Liturgi 2016 - Keuskupan Surabaya