Asisten Imam dalam Perayaan Liturgi

PUMR no. 162 menyebutkan: "... Mereka selalu menerima dari tangan imam bejana kudus yang berisi Tubuh dan Darah Kristus untuk dibagikan kepada umat beriman." Jadi, asisten imam tidak boleh mengambil sendiri bejana kudus (sibori) yang berisi Tubuh dan Darah Kristus dari Altar, tetapi imamlah yang akan menyerahkannya kepada asisten imam untuk dibagikan kepada umat. Tata gerak ini ingin menggarisbawahi imam yang meminta pertolongan kepada asisten imam untuk membagikan Tubuh Kristus. Jika asisten imam mengambil sendiri sibori dari Altar, maka hal itu akan mengaburkan makna tersebut.

Sumber: Katekese Liturgi 2016 - Keuskupan Surabaya