Asisten Imam dalam Perayaan Liturgi

imam mencium altarAda beberapa cara menghormati Altar yang dilakukan para petugas liturgi pada saat perarakan masuk dalam suatu Misa. Ada yang dengan cara membungkuk, ada pula dengan berlutut. Bagaimana yang benar?

Dalam buku Pedoman Umum Misale Romawi disebutkan bahwa jika ada Sakramen Mahakudus (dalam Tabernakel) di belakang altar, penghormatan kepada Altar dapat dilakukan dengan cara berlutut (PUMR, 274). Para petugas yang membawa dupa, salib, lilin, tidak perlu membungkuk, tapi cukup dengan menundukkan kepala saja. Karena petugas pembawa benda-benda khusus ini akan agak kerepotan jika harus membungkuk atau berlutut. Jadi, ada tiga macam cara menghormati altar:

  1. Membungkukkan badan (atau menundukkan kepala bagi beberapa petugas) di depannya, atau

  2. Menciumnya.
    Cara kedua ini hanya dilakukan oleh para imam dan diakon (setelah ia meletakkan Kitab Injil di atas Altar), dan

  3. mendupai Altar oleh imam selebran.

Sumber: Katekese Liturgi 2016 - Keuskupan Surabaya