Lain-Lain

Lingkaran AdvenAdven adalah sebuah periode sebelum Natal. Berasal dari bahasa Latin Adventus, yang artinya Kedatangan. Makna Adven adalah menyambut Hari Natal, sekaligus memperingati dan menantikan kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya pada akhir jaman. Meski panjangnya Masa Adven berbeda setiap tahunnya, namun selalu terdapat 4 Minggu Adven sebelum Natal.

Yang khas pada Masa Adven

Warna Liturgi
Sepanjang Masa Adven, warna liturgi yang digunakan adalah ungu, yang melambangkan pertobatan dan penyesalan.

Lingkaran Adven
Di Gereja maupun dalam doa-doa di Lingkungan atau Wilayah, biasanya ditempatkan lingkaran Adven atau corona Adven.

Tidak ada kidung Kemuliaan

Selama masa Adven, kidung Kemuliaan tidak dinyanyikan dalam perayaan Ekaristi. Kemuliaan baru akan dinyanyikan saat Natal.

Unsur dan Makna Lingkaran Adven

 

  1. Rangkaian daun cemara (atau daun lain warna hijau) dalam bentuk lingkaran
    Melambangkan hidup yang saling berjalinan. Kita hidup dalam satu persekutuan jemaat yang saling berhubungan, saling berkaitan, dan saling membutuhkan. Rangkaian berbentuk lingkaran juga melambangkan Tuhan, simbol keabadian dan belas kasihnya yang tanpa awal dan tanpa akhir.

    Rangkaian Adven ini biasanya terbuat dari dedaunan segar, hendak melambangkan Kristus yang datang untuk memberi kita hidup baru melalui sengsara, wafat dan kebangkitanNya.

    Warna hijau dedaunan untuk rangkaian melambangkan harapan kita akan kehidupan baru serta  pembaruan Allah dalam hidup kita, serta hidup abadi nanti.

  2. Empat buah lilin
    Lilin yang bernyala melambangkan jalan terang yang mengusir segala kegelapan (resah, gelisah, kecemasan, dosa, dsb); juga melambangkan sarana-sarana kebaikan yang memperkokoh persatuan jemaat. Selain itu lilin juga dapat bermakna Kristus sensiri, Sang Cahaya Sejati yang menerangi segala sesuatu.

    Lilin berjumlah empat melambangkan empat minggu lamanya kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus pada hari Natal. Setiap minggu, satu lilin akan dinyalakan hingga keempatnya menyala bersamaan pada minggu keempat. Penyalaan lilin melambangkan perpindahan kita dari kegelapan dunia menuju terang dunia. Satu persatu lilin yang menyala setiap minggu, melambangkan cahaya sejati yang semakin hari semakin terang, dan juga lambang kedatangan Kristus, Cahaya Sejati, yang semakin dekat.

    Keempat lilin itu terdiri dari 3 lilin warna ungu dan 1 lilin warna merah muda. Lilin ungu melambangkan tobat, keprihatinan, matiraga atau berkabung, persiapan dan kurban. Sedang lilin merah muda yang biasanya dinyalakan pada Minggu Adven ketiga, melambangkan Minggu Gaudate--melambangkan Sukacita, pertanda persiapan kita pada saat itu telah mendekati akhir.

  3. Tali atau tiang untuk menggantung atau menopang Lingkaran Adven. Tapi bisa juga lingkaran adven diletakkan di meja saja.