Lain-Lain

Suatu ikonoklasme baru muncul dalam gerakan Protestan. Kefanatikan kaum reformasi berakibat pada penyingkiran altar, pemusnahan karya-karya seni religius, dan penghapusan dekorasi di banyak gereja yang dulunya adalah Gereja Katolik. Calvin secara khusus menekankan bahwa penghormatan kepada para kudus merupakan buah karya setan dan penghormatan kepada patung dan gambar-gambar kudus merupakan penyembahan berhala. Serangan-serangan Calvin menyebar juga di kalangan Presbyterian, Dutch Reformed, Huguenot, Baptis, dan kaum Puritan. (bahkan kaum Amish hingga kini menganggap foto orang-orang yang dikasihi sebagai penyembahan berhala). Konsili Trente (tahun 1563) bertindak dengan menyatakan, "Patung dan gambar-gambar Kristus, Santa Perawan Maria Bunda Allah dan para kudus lainnya sepatutnya disimpan dan ditempatka di tempat-tempat khusus doa; dan kepada mereka hendaklah disampaikan penghormatan yang khidmat, bukan karena dianggap terdapat sesuatu yang adikodrati atau kuasa tertentu di dalamnya seingga mereka dihormati, bukan pula karena sesuatu diminta dari mereka atau pun kepercayaan buta kepada patung seperti yang dilakukan oleh kaum kafir yang menaruh harapan mereka pada berhala-berhala; melainkan karena penghormatan kepada patung atau gambar tersebut ditujukan kepada pribadi-pribadi asli yang diwakilinya, Dengan demikian, melalui gambar-gambar ini, yang kita cium dan di hadapannya kita berlutut serta menyelubungi kepala kita, kita menyembah Kristus dan menyampaikan penghormatan kepada para kudus yang diwakili oleh gambar-gambar tersebut."

Konsili Vatikan II menegaskan penggunaan gambar-gambar kudus dalam Konstitusi Liturgi Kudus (tahun 1963): "Praktek menempatkan patung dan gambar-gambar kudus dalam gereja-gereja agar mereka dapat dihormati oleh kaum beriman haruslah dipertahankan. Namun demikian, jumlah mereka sepatutnya disesuaikan dan penempatan-penempatannya haruslah mencerminkan urutan yang benar." (no. 125). Patung dan gambar-gambar kudus membantu membangkitkan iman umat beriman. Karenanya, baik di Gereja maupun di rumah-rumah kita, patung dan gambar-gambar kudus merupakan tanda pengingat yang elihatan akan Yesus Kristus, Bunda Maria dan para kudus. Sadar sepenuhnya akan hidup mereka yang tidak kelihatan, namun nyata dalam kehidupan kita, kita mempersatukan doa-doa kita dengan doa-doa Bunda Maria dan para kudus kepada Tuhan, sambil dengan rindu menantikan waktu di mana kita akan berjumpa dengan-Nya muka dengan muka.

Fr. Saunders adalah Pastor di paroki Our Lady of Hope Potomac Falls.

Sumber: "Straight Answers: Icons and Sacred Images" by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc.; Copyright 2003 - Arlington Catholic Herald. All rights reserved, www.catholicherald.com