Ilustrasi

Dua SerigalaSeorang anak laki-laki berusia 9 tahun bernama Andi pulang dari sekolah dengan wajah merengut. Ia telah diperlakukan tidak adil oleh seorang kawannya, dan ia marah sekali. Begitu meletakkan tasnya, Andi langsung pergi menemui kakeknya yang sedang duduk-duduk di beranda.

Andi: “Kek, aku benci sekali sama si Roni.”

Kakek: “Andi, Roni itu kan teman sebangkumu. Kenapa kamu membenci dia?”

Andi: “Habis…dia selalu seenaknya sendiri memakai pensilku, penghapusku, penggarisku. Sampai aku tidak selesai mengerjakan ulangan gara-gara Roni nggak mau mengembalikan penghapus yang ia pinjam. Aku benci Roni!!”

Kakek: “Ooh begitu… Kakek juga sering kok mengalami kejadian seperti yang kamu alami itu. Saat orang lain memanfaatkan kita atau mengambil terlalu banyak dari kita, dan akhirnya kita yang harus menderita, sedang orang itu malah lebih beruntung dari kita.”

Andi: “Iya Kek. Kakek juga benci kan sama orang seperti itu?”

Kakek: “Begini Andi…Kakek mau cerita sedikit yah. Bayangkan ada dua ekor serigala tinggal di dalam tubuh kakek. Yang seekor baik, tak berbahaya. Ia hidup harmonis dengan lingkungan sekitarnya, dan tidak mengganggu apabila tidak diganggu. Ia hanya akan berkelahi apabila memang diperlukan dan demi membela yang benar.

Tapi serigala yang seekor lagi, ahh…Ia ini penuh dengan api kemarahan. Hal kecil saja bisa menyulut emosinya. Ia menantang berkelahi semua binatang setiap kali mereka bertemu, tanpa alasan. Serigala ini selalu penuh dengan kebencian, sehingga tak mampu berpikir. Sangat sulit hidup dengan dua serigala yang bertolak belakang ini di dalam diriku, karena keduanya mencoba untuk mendominasi diriku.”

Hingga saat itu Andi begitu asyik mendengarkan cerita kakeknya. Maka begitu si kakek berhenti sejenak, ia memandang mata kakeknya dan bertanya, “Lalu, siapa yang menang, kakek?”

Kakek: “Yang menang adalah yang aku beri makan…”