Ilustrasi

“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.” (Kolose 3:5)


Sebagai seorang beriman, kita diminta untuk bijak dalam menggunakan teknologi. Berikut ini hanyalah beberapa tips praktis, agar kita bisa terhindar dari pengaruh buruk teknologi:

1. Silentium Teknologi. Tetapkanlah 1 atau 2 jam dalam jadwal aktivitasmu setiap hari, dimana kamu mematikan atau tidak menggunakan teknologi sama sekali. Pada jam itu, jangan mengecek sosmed atau incoming email kamu, jangan menerima atau melakukan panggilan telepon (kecuali bila sifatnya urgent), dan taruhlah segala perlengkapan teknologimu jauh-jauh. Jangan pula menonton TV atau main game selama jam-jam itu.

Kemajuan Teknologi II2. Selama 1 atau 2 jam bebas teknologi yang kamu tentukan, lakukanlah apa yang menjadi hobimu, hal-hal yang kamu gemari. Setiap orang tentu berbeda-beda. Seorang dapat saja berjalan di pinggir pantai sambil mendengarkan deru ombak, membaca majalah atau novel kesukaanmu, mengajak anjingmu jalan-jalan keluar di taman dan seputaran lingkungan tempat tinggalmu, atau malah hanya sekadar duduk diam di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi.

3. Luangkan waktu untuk keluarga dan komunitas. Melebihi berbagai jejaring sosial, kamu memerlukan interaksi sosial yang lebih nyata. Itu sebenarnya dapat kamu temukan di ruang keluarga atau sembari menyantap hidangan di meja makan. Tanpa gadget atau aplikasi, mulailah berkomunikasi tentang apa saja dengan keluargamu. Hal yang sama juga dapat kamu lakukan dengan komunitas yang sejiwa denganmu atau umat sewilayah / selingkunganmu. Melalui sharing dan saling mendoakan, kamu saling didorong untuk secara jujur dan tanpa kepalsuan mengungkapkan kasih persaudaraan yang sejati, suatu komunikasi yang personal dan mendatangkan kehangatan.

4. Beristirahatlah yang cukup. Sama seperti saat jam kerja, kamu dituntut dengan ketekunan, dedikasi, dan profesionalisme yang unggul; demikian pula dengan waktu istirahatmu di malam hari. Gunakanlah itu untuk tidur di secara maksimal, bukan memancing rasa kantuk dengan mengecek sosmed, menonton TV, atau main game sampai fajar menyingsing.

5. Lakukanlah semuanya itu dalam habitus baru. Rutinitas dapat menjemukan. Tetapi, kalau kamu melakukannya dengan komitmen dan ketekunan, itu dapat menjadi suatu habitus yang mengubahkan hidupmu secara baru, seturut dengan rancangan Tuhan yang indah atas hidupmu. Kalau kamu melakukan itu semua karena dorongan untuk mengenal dan menghidupi tuntutan imanmu secara otentik, maka kamu tidak akan menjadi budak teknologi, melainkan secara cerdas menggunakannya sebagai sarana kerasulan bagi Kerajaan Allah. Teknologi bila digunakan secara bijak, bertanggung jawab, dan dilandasi kebaikan, pada akhirnya akan menghantarmu pada kesadaran akan hidup adikodrati, yang terkandung dalam panggilanmu. Kita sebenarnya selalu ada di hadirat Allah. Yang tidak ada hanyalah kesadaran.


“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.“ (Kol 3:23)



Disalin dari: Media Pengajaran Vacare Deo - edisi September 2016, Minggu ke-2

Mari Kita Dukung

eKatolik
Alkitab, Kalender Liturgi, Kumpulan Doa, Daily Fresh Juice, Renungan Bahasa Kasih, Jadwal Misa, dll...

Aplikasi Vikep Surabaya Barat (iOS)
Warta Paroki Sekevikepan Surabaya Barat