Ilustrasi

“Ilmu pengetahuan dan teknik merupakan sarana-sarana yang bernilai, kalau mengabdi kepada manusia dan memajukan perkembangannya secara menyeluruh demi kebahagiaan semua orang. Tetapi mereka tidak mampu menentukan dari diri sendiri arti keberadaan dan kemajuan manusia” (KGK.2293)


kemajuan teknologi KISAH BILLY DAN SMARTPHONE-NYA

Billy kecanduan smartphone. Dia sendiri menolak dikatakan demikian, namun semua temannya menyimpulkan demikian. Kemanapun dia pergi, smartphonenya harus selalu dibawa. “Lebih baik lupa bawa dompet, daripada lupa bawa smartphone,” katanya. Bahkan, saat hendak tidur malam pun, smartphone itu harus diletakkan di samping bantal kepalanya. Sesering mungkin, Billy merasa perlu mengecek sosmed atau browsing hal-hal baru lainnya di internet. Dia takut ketinggalan sesuatu. Belum lagi adanya banyak aplikasi keren yang sangat membantu aktivitasnya, serta game-game heboh yang sayang jika tidak dimainkan. Alhasil, berjam-jam dihabiskan sambil menatap dan mengutak-atik smartphone kesayangannya. Jam doa pribadi pun kini terlewatkan, dan Misa Kudus pun kini tidak terasa khidmat, karena mata dan tangannya kini terarah ke smartphonenya. Dulu, Billy membeli smartphone itu karena multi fungsinya. Sebuah benda yang awalnya multifungsi, kini perlahan menjadi candu yang menguras waktu.


SEORANG KRISTIANI DI ERA DIGITAL

Kita saat ini hidup di era digital. Hampir semua aktivitas hidup, entah sedikit atau banyak, semakin dimudahkan oleh “teknologi”. Adanya lampu listrik dan mesin cetak, televisi dan komputer, CAT Scan dan MRI, satelit komunikasi, GPS, internet, smartphone dengan begitu banyak aplikasi dan jejaring sosial, hanyalah sebagian kecil dari kemajuan teknologi yang telah mempermudah hidup kita di dunia sekarang ini.

Teknologi telah memberi kita banyak manfaat, seperti meningkatkan kualitas hidup, memperbaiki ekonomi, dan meruntuhkan berbagai bentuk dinding pemisah antara umat manusia. Namun, di balik segala kebaikan teknologi, kita pun tidak dapat menyangkal bahwa bila disalahgunakan, teknologi justru dapat mendatangkan peperangan, sikap anti sosial, kontroversi etika dan moral, kecanduan, bahkan kematian. Kisah Billy dan Smartphone-nya hanya salah satu dari sekian banyak orang yang bergumul dengan tawaran baik maupun buruk dari teknologi.

Tentu saja kita tidak dianjurkan kembali hidup seperti layaknya di jaman batu, tanpa teknologi sama sekali. Bukan demikian. Itu bukan solusi, melainkan pelarian. Sikap yang tepat adalah mempergunakan segala yang ditawarkan oleh teknologi sebaik mungkin, demi kemuliaan Allah. Hendaknya kita menghindarkan diri dari kecenderungan jahat yang didorong hawa nafsu, dimana teknologi justru menjadi suatu kelekatan dan berhala baru, yang merintangi perjalanan kita menuju Allah.


“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.” (Kolose 3:5)



Disalin dari: Media Pengajaran Vacare Deo - edisi September 2016, Minggu ke-2

Mari Kita Dukung

eKatolik
Alkitab, Kalender Liturgi, Kumpulan Doa, Daily Fresh Juice, Renungan Bahasa Kasih, Jadwal Misa, dll...

Aplikasi Vikep Surabaya Barat (iOS)
Warta Paroki Sekevikepan Surabaya Barat