Hagiografi

St. YakobusDari antara kedua belas Rasul, ada tiga orang yang paling dekat dengan Tuhan kita—Yakobus adalah seorang dari mereka. Hanya ia, Petrus, dan Yohanes, yang diijinkan masuk ke rumah Yairus ketika Yesus menghidupkan kembali anak perempuannya yang sudah mati. Hanya mereka bertiga yang dibawa naik ke gunung dan melihat wajah Yesus bercahaya laksana matahari, dan pakaianNya seputih salju. Dan tiga orang ini pula yang menyaksikan sengsara Yesus yang mengerikan di Taman Getsemani. Apa yang membuat Yakobus terpilih sebagai satu di antara tiga Rasul Inti ini? Teguh dalam iman, semangat membara, tidak sabaran, dan blak-blakan—tapi yang butuh pemurnian sebelum si “Anak Guruh” dapat mewartakan “Injil damai sejahtera”

Adalah Yakobus yang mengusulkan agar api diturunkan dari langit untuk membinasakan desa orang Samaria yang tidak mau menerima Yesus (Luk 9:51-55), dan yang meminta kepada Yesus tempat kehormatan baginya di dalam kerajaanNya. Tetapi saat menegor Yakobus, Tuhan kita justru menubuatkan kesetiaannya hingga akhir hayatnya.

Ketika St. Yakobus dibawa ke hadapan Raja Herodes Agripa, keberaniannya bersaksi tentang Yesus yang tersalib begitu menyentuh hati sang pendakwa yang mengadilinya, sehingga ia menyatakan diri menjadi Kristen pada saat itu juga. Akhirnya si pendakwa dan terdakwa sama-sama digiring menuju tempat eksekusi. Dalam perjalanan, si pendakwa mohon ampun kepada sang Santo. Sebenarnya Yakobus sudah mengampuninya dari awal, namun sejenak ia ragu apakah ia dapat menerima orang yang belum dibaptis sebagai saudara seiman. Segera saja Tuhan mengingatkannya pada iman Gereja, bahwa darah kemartiran menyucikan tiap sakramen. Maka Yakobus pun memeluk pendakwanya dengan erat sambil berkata, “Damai besertamu!”. Lalu bersama-sama mereka berlutut untuk menerima sabetan pedang dari algojo, dan dengan demikian bersama-sama pula mereka menerima mahkota kemartiran.

Refleksi:

  • Kita semua pasti merindukan tempat di dalam Kerajaan Bapa kita; namun apakah kita mampu minum dari cawan yang Ia sediakan bagi kita masing-masing? Possumus—“Kita bisa”—itulah yang harus kita ucapkan bersama dengan St. Yakobus; namun hanya dengan kekuatan dari Dia yang telah meminumnya terlebih dahulu bagi kita.

 

Pictorial Lives of The Saints - Verbum