Hagiografi

27 Desember

St. Yohanes, PenginjilSt. Yohanes, rasul yang usianya paling muda, dipanggil untuk mengikuti Kristus di tepi suangi Yordan pada awal pelayanan Tuhan kita. Ia adalah salah satu dari sedikit orang yang hadir secara istimewa pada peristiwa Transfigurasi dan Penderitaan di taman Getsmani. Pada Perjamuan Terakhir, kepalanya bersandar pada dada Yesus dan pada jam-jam sengsara Tuhan, ketika murid-murid lain melarikan diri atau menyangkal Guru mereka, Santo Yohanes tetap berada di sisi Yesus dan pada akhirnya berdiri di bawah salib bersama dengan Maria. Dari atas kayu salib, Sang Juruselamat yang sedang sekarat menyerahkan ibu-Nya dalam perawatan rasul yang setia ini, yang mana "sejak saat itu membawanya untuk tinggal bersama;" dengan demikian tepatlah seperti yang dikatakan oleh St. Austin, "kepada seorang perawan, Sang Perawan dipercayakan." Setelah peristiwa kenaikan Tuhan, St. Yohanes pertama-tama tinggal di Yerusalem dan kemudian di Efesus. Ia dilemparkan oleh Domitian ke dalam kuali minyak yang mendidih dan dengan demikian diperhitungkan sebagai martir, meskipun secara ajaib tidak mengalami luka. Setelah itu, ia dibuang ke pulau Patmos, di mana dia menerima visi surgawi yang dijelaskan dalam Kitab Wahyu. Dia meninggal dengan damai pada usia tua, di Efesus pada tahun 100.

  • St. Yohanes adalah contoh hidup dari sabda Yesus, "Berbahagialah orang yang bersih hatinya karena mereka akan melihat Allah."

 

Diterjemahkan dari Pictorial Lives of The Saints - Verbum