Hagiografi

7 Januari

St. LucianSt. Lucian lahir di Samosata, di Suriah. Setelah kehilangan orang tuanya ketika ia masih muda, ia membagikan semua harta warisannya yang berlimpah kepada orang miskin, lalu menyepi ke Edessa. Di sana ia tinggal di dekat orang suci bernama Makarius, yang pikirannya dijiwai dengan pengetahuan Kitab Suci, dan dipraktekkannya dalam kebajikan Kristiani. Setelah menjadi seorang imam, St. Lucian membagi waktunya antara tugas-tugas pastoralnya, karya sosial, dan belajar Kitab Suci. Dia merevisi Kitab-Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, mengoreksi kesalahan-kesalahan dalam teks, baik yang disebabkan kelalaian penyalin atau ulah jahat dari bidah. Hasil kerja beliau kemudian mempersiapkan jalan bagi St. Jerome, yang tak lama setelah itu menerbitkan terjemahan Kitab Suci (dari bahasa Ibrani) ke dalam bahasa Latin, yang dikenal sebagai "The Vulgate." Setelah dikecam sebagai seorang Kristen, Lucian dijebloskan ke penjara dan dihukum penyiksaan selama dua belas hari penuh. Beberapa orang Kristiani mengunjunginya di penjara pada Hari Raya Penampakan Tuhan sambil membawakannya roti dan anggur.

Dalam keadaan tangan terikat dan dirantai di punggungnya, ia mengkonsekrasikan roti dan anggur, misteri Ilahi, itu di dadanya sendiri, dan menerimakan komuni kepada umat beriman yang hadir di situ. Ia mengakhiri karya sucinya di dalam penjara, dan meninggal dengan kata-kata, "Saya seorang Kristiani," di bibirnya.

  • Jika kita ingin menjaga iman kita murni, kita harus mempelajari kebenaran sucinya. Kita tidak bisa mendeteksi kebohongan sampai kita mengenal dan mencintai kebenaran, dan bagi kita kebenaran itu bukanlah sesuatu yang tak nyata, melainkan Pribadi Yesus Kristus, Tuhan dan Manusia.

 

Pictorial Lives of The Saints - Verbum