Hagiografi

St. JosephSt . YOSEF merupakan keturunan keluarga Raja Daud, namun ia hidup dalam kesederhanaan sebagai tukang kayu. Dalam kesederhanaannya itu,  Allah menganugerahinya kesucian tertinggi, dengan menjadikannya suami dari Perawan Bunda Allah, dan ayah angkat serta pelindung Sang Sabda yang menjadi Manusia. Menurut Kitab Suci, Yosef adalah orang yang adil, jujur, dan murni sebagai suami Maria. Ia juga seorang yang baik hati dan lembut sebagai seorang yang layak menjadi ayah Yesus. Ia pun bijaksana dan pecinta keheningan, sebagai kepala Keluarga Kudus. Di atas semuanya, ia setia dan taat kepada panggilan Ilahi.

Ketika ia mengetahui bahwa Maria mengandung Sang Raja Surgawi dalam rahimnya, Yosef merasa takut untuk mengambilnya sebagai istrinya. Tetapi seorang malaikat memintanya agar tidak takut, dan semua keraguannya pun lenyap. Ketika Herodes mencari-cari keberadaan sang Bayi Ilahi, seorang malaikat datang kepada Yosef dalam mimpi dan memerintahkannya untuk mengungsi bersama Putra dan ibu-Nya ke Mesir. Yosef pun segera bangun dan mematuhi perintah itu. Pengungsian yang tiba-tiba dan tak terduga itu mengakibatkan banyak ketidaknyamanan dan penderitaan bagi si bayi yang masih kecil dan ibu-Nya yang rapuh, karena harus merupakan perjalanan yang panjang, melalui padang pasir dan berada di antara orang-orang asing. Namun demikian ia tak pernah mempertanyakan mengapa, atau kapan mereka dapat kembali.

Setelah St. Yosef diberitahu dalam penglihatan yang lain tentang kematian Raja Herodes, Tuhan memerintahkan ia untuk kembali bersama Putra dan ibu-Nya ke tanah Israel, dan St. Yosef pun siap mematuhinya. Namun, ketika ia tiba di Yudea, dan mendengar bahwa Arkhelaus — yang dikhawatirkan mewarisi kejahatan ayahnya — menggantikan Herodes di negara bagian itu, ia tidak berani menetap di tanah itu, seperti rencananya semula untuk mendidik Yesus. Dan karena itu, diarahkan oleh Allah dalam penglihatan lain, Yosef pun mengundurkan diri ke dalam wilayah kekuasaan Herodes Antipas di Galilea, ke tempat tinggalnya semula, Nazaret.

St. Yosef sangat taat mengikuti hukum Musa, terutama pada ajarannya untuk setiap tahun pergi ke Yerusalem guna merayakan Paskah. Juruselamat kita, yang sekarang dalam usianya yang ke-12, didampingi orang tuanya pergi ke Yerusalem. Setelah menyelesaikan upacara ritual yang biasa dilakukan pada perayaan itu, mereka pun pulang bersama banyak tetangga dan kenalan menuju Galilea. Tanpa meragukan bahwa Yesus juga berada di antara mereka, mereka pun melakukan perjalanan selama satu hari, sebelum mereka menemukan bahwa ternyata Dia tidak bersama mereka. Tapi ketika malam datang, dan mereka tidak mendengar kabar dari-Nya di antara kenalan dan kerabat, dengan penuh kekhawatiran mereka kembali secepat mungkin ke Yerusalem.

Setelah mencari dengan penuh kecemasan selama tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah, sedang berdiskusi dengan para ahli Taurat, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuat mereka semua yang mendengar-Nya terkagum-kagum, dan mereka semua tercengang akan kematangan pemahaman-Nya. Orang tua-Nya pun tak kalah terkejutnya dengan hal ini. Ibu-Nya menceritakan kepada-Nya, bagaimana dengan kesedihan dan kesungguhan mereka telah mencari-Nya, dan bertanya, "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau, "Maka Maria menerima jawaban, "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" Tapi meskipun orang tua-Nya tidak mengerti untuk apa Yesus berada di Bait Allah, dalam segala hal lain Dia taat kepada mereka, pulang bersama mereka ke Nazaret, dan tinggal dengan patuh dalam asuhan mereka.

Karena tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang St. Yosef, ia kemungkinan sudah meninggal sebelum peristiwa pernikahan di Kana dan awal karya Juruselamat kita. Tidak diragukan bahwa Yosef pastilah mendapatkan saat-saat bahagia didampingi oleh Yesus dan Maria yang hadir pada saat kematiannya, berdoa bersamanya, membantu dan menghiburnya di saat-saat terakhirnya. Dari sanalah ia terutama mendapatkan anugerah yang besar berupa kematian bahagia dan kehadiran spiritual Yesus pada saat terakhirnya itu.

  • St. Yosef, cerminan Bapa yang Kekal di bumi, pelindung Yesus di rumahnya di Nazaret, dan pecinta semua anak demi Putra yang Kudus, harus menjadi pelindung dan teladan bagi setiap keluarga Kristiani yang benar.


Pictorial Lives of The Saints - Verbum