Hagiografi

Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus
Minggu, 29 Juni 2014

St. Petrus, Rasul

St. Petrus - RasulPetrus berasal dari Betsaida di Galilea; dan ketika ia sedang menangkap ikan di danau, ia dipanggil oleh Tuhan Yesus untuk dijadikan salah satu rasulNya. Petrus adalah nelayan miskin yang tak berpendidikan, namun ia seorang yang jujur, bersemangat dan penuh kasih. Dalam hatinya, pertama-tama, tumbuh keyakinan, maka dari bibirnya keluarlah pengakuan, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”. Maka Tuhan kita memilihnya, dan menjadikannya Batu Karang GerejaNya, wakilNya di dunia, kepala dan pangeran dari semua RasulNya, pusat dan inti kesatuan Gereja, sumber dari segala kekuatan spiritual, serta pengajar yang sempurna atas kebenaranNya.

Seluruh Injil penuh dengan kisah tentang Petrus; namun setelah Pentakosta ia tampil penuh kemegahan dalam karya-karyanya. Ia melengkapi jumlah rasul yang kurang (setelah ditinggal Yudas Iskariot); melipatgandakan jemaat Yahudi hingga ribuan orang; dan - melalui Cornelius - pengajarannya mencapai bangsa-bangsa di luar Yahudi; mendirikan - dan untuk beberapa waktu - memimpin jemaat di Antiokia, serta mengutus Markus untuk melakukan hal yang sama di Alexandria. Sepuluh tahun setelah Kenaikan Yesus ke Surga, Petrus pergi ke Roma - pusat kerajaan Romawi - di mana kejayaan dan kekayaan seluruh bumi, serta seluruh kekuatan jahat berpusat. Di sana Petrus mendirikan Tahtanya, dan selama duapuluh lima tahun bekerja bersama St. Paulus untuk mendirikan Gereja Katolik Roma yang agung.

Petrus disalibkan atas perintah Kaisar Nero, lalu dimakamkan di Bukit Vatikan. Ia menulis dua Surat, dan mengusulkan serta mengesahkan Injil Markus. Dua ratus enam puluh tahun setelah Santo Petrus dinyatakan sebagai Santo, datanglah kemenangan atas Gereja Katolik. Paus Silvester, bersama para uskup, imam, dan seluruh umat beriman, berprosesi menuju ke Bukit Vatikan sambil menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan. Paus Kristen pertama ini kemudian menanggalkan mahkota serta jubah kebesarannya, lalu memulai penggalian fondasi Gereja St. Petrus. Sekarang, di atas tempat di mana Gereja tua itu dulu dibangun, berdirilah Basilika teragung yang pernah dibangun oleh manusia; dan di bawah altarnya, berbaringlah Sang Rasul Agung. Di sana juga terdapat Tahta St. Petrus; sementara di sekelilingnya bersemayam pula para martir Kristus - Paus, Santo-Santa, Doktor Gereja, dari Timur maupun Barat - dan tinggi di atasnya terdapat tulisan, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu.” Di sanalah tempat bersemayam para Rasul perdana, sekaligus pusat dunia.

Refleksi:

  • Petrus tetap hidup dalam diri para penerusnya, terus memimpin dan memberi makan domba-domba yang ia gembalakan. Realitas devosi kita kepada Santo Petrus adalah ujian terbaik menuju kemurnian iman kita.

 

Pictorial Lives of The Saints - Verbum