Hagiografi

St. Paulus - RasulSt. Paulus lahir di Tarsus, dari orang tua yang berkebangsaan Yahudi. Ia belajar agama di Yerusalem, dan Gamaliel—seorang rabbi berpengaruh - menjadi gurunya. Ketika masih muda, Paulus berada di antara orang-orang yang merajam martir pertama: Stefanus. Dengan semangat yang menggebu-gebu ia segera berangkat ke Damsyik, "untuk mempromosikan ancaman dan pembantaian terhadap para pengikut Kristus. "Tetapi ketika ia sudah dekat ke Damsyik, tiba-tiba cahaya yang amat terang dari surga menerpanya hingga jatuh ke tanah. Ia mendengar suatu suara yang berkata, "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Dan Paulus pun melihat sosok Dia yang telah disalibkan karena menanggung dosanya. Lalu selama tiga hari berikutnya ia tak dapat melihat apa pun; ia menjadi buta.

Ketika bangun kembali, ia telah menjadi manusia yang baru - seorang manusia baru di dalam Yesus Kristus. Paulus pun meninggalkan Damsyik dan menuju ke Arab, dan kemudian, karena panggilan Tuhan, ia pun mewartakan SabdaNya ke seluruh pelosok dunia. Selama bertahun-tahun Paulus hidup dan bekerja keras, tanpa memikirkan hal lain kecuali Kristus yang tersalib, dan tanpa keinginan lain kecuali berkorban dan dikorbankan bagiNya. Ia menjadi Rasul bagi bangsa-bangsa lain - padahal dulu ia diajari untuk membenci mereka. Namun kini ia justru berharap dirinya laknat bagi bangsanya sendiri, yang kini mengincar dirinya. Marabahaya di darat dan di laut tak mampu meredupkan keberaniannya, tidak juga kerja keras, penderitaan, maupun usia, mampu menumpulkan kelembutan hatinya. Pada akhirnya Paulus memberikan darah sebagai ganti darah. Saat mudanya, ia telah menyerap semangat palsu orang Farisi di Yerusalem, kota suci pada jaman para nabi. Bersama St. Petrus, Paulus kemudian mensucikan Roma, kota suci kita, dengan kemartirannya, dan mempersembahkan seluruh ajarannya bagi Gereja dengan penumpahan darahnya. Paulus mewariskan empat belas Surat yang telah menjadi mata air ajaran Gereja; penghiburan dan sukacita bagi Santo-Santa terbesar Gereja Katolik.

Kehidupan pribadinya, sejauh yang dapat dikatakan, terbuka bagi kita semua dalam tulisan-tulisannya yang kudus; ia yang telah mati selamanya terhadap dirinya, namun yang telah bangkit lagi dalam diri Yesus Kristus. St. Yohanes Krisostomus pernah berkata tentang St. Paulus: "Dalam hal apa beliau yang terberkati ini mendapatkan lebih dari semua rasul lainnya? Bagaimana ajarannya dapat hidup di mulut semua orang di seluruh dunia, kalau bukan melalui kebenaran dalam Surat-Suratnya?" Demikianlah, maka seluruh karyanya takkan pernah lenyap selama kehidupan manusia berlangsung.

Refleksi:

  • St. Paulus mengeluh bahwa semua orang mengejar hal-hal yang adalah milik dunia, bukan milik Kristus. Renungkanlah, apakah kata-kata tersebut berlaku bagi anda, dan berjanjilah untuk memberikan diri anda seluruhnya bagi Tuhan.

 

Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus
Minggu, 29 Juni 2014

Pictorial Lives of The Saints - Verbum